KONAWE — Bupati Konawe Yusran Akbar menyebut capaian itu sebagai rekor terbaik bagi daerahnya. Data BPS yang dirilis 20 Oktober 2026 menempatkan Konawe di urutan ke-7 daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sultra.
Penurunan 1,32 poin persen itu jauh di atas rata-rata provinsi. Selisihnya hampir tiga kali lipat dari capaian Sulawesi Tenggara secara keseluruhan.
Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan Ikut Menyusut
Yusran menegaskan penurunan angka kemiskinan bukan satu-satunya indikator yang membaik. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengecil.
"Ini adalah rekor terbaik bagi Konawe. Turunnya angka kemiskinan hingga 11,46 persen, serta penurunan yang tertinggi se-Sultra, menunjukkan bahwa program pengentasan kemiskinan yang kita jalankan berjalan tepat sasaran," kata Yusran saat ditemui awak media di Unaaha, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, penurunan P1 dan P2 menunjukkan jarak pengeluaran warga miskin terhadap garis kemiskinan semakin pendek. Ketimpangan di antara sesama penduduk miskin juga menyempit.
Garis Kemiskinan Konawe Rp 486.575 per Kapita per Bulan
Pemerintah Kabupaten Konawe tidak berhenti pada capaian ini. Fokus ke depan diarahkan pada pemeliharaan daya beli masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.
Garis kemiskinan Konawe kini tercatat Rp 486.575 per kapita per bulan. Angka itu menjadi acuan pemerintah dalam menyusun program lanjutan agar tren penurunan terus berlanjut.
Yusran menyebut keberhasilan ini buah kerja keras seluruh elemen pemerintah dan masyarakat. Ia juga menekankan bahwa yang membaik bukan hanya jumlah penduduk miskin, tetapi kualitas kesejahteraan warga secara umum.
Konawe Jadi Rujukan Pengentasan Kemiskinan di Sultra
Dengan capaian ini, Konawe menempatkan diri sebagai contoh sukses pengentasan kemiskinan di Sulawesi Tenggara. Posisi ke-7 untuk tingkat kemiskinan terendah menjadi lompatan strategis dibanding tahun sebelumnya.
Pemkab Konawe berkomitmen menjaga tren penurunan agar tetap berkelanjutan. Daya beli masyarakat menjadi prioritas utama pada tahap berikutnya.