KENDARI — Pembukaan TWKM XXXV menempatkan mahasiswa pecinta alam sebagai mitra kritis dalam pembangunan industri yang berkelanjutan, bukan pihak yang berseberangan dengan sektor industri. Prof. La Ode Santiaji Bande menilai tema yang diangkat sejalan dengan upaya mendorong hilirisasi industri yang berkelanjutan.
Ia menegaskan, hilirisasi harus menerapkan prinsip ramah lingkungan, berkelanjutan, aman secara sosial, serta menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.
Mengapa Mapala Dilibatkan dalam Isu Hilirisasi Hijau
Menurut Santiaji, organisasi mahasiswa pecinta alam menjadi wadah pembentukan kepemimpinan, solidaritas, empati, keterampilan sosial, dan kemampuan manajemen risiko. Kemampuan itu dinilai relevan dengan tantangan industri yang menuntut keseimbangan antara eksploitasi sumber daya dan pelestarian ekosistem.
Ia juga mengingatkan mahasiswa pecinta alam agar tidak bersikap antipati terhadap industri, tetapi menjadi mitra kritis dan kolaborator strategis dalam menjaga keseimbangan pembangunan dan kelestarian ekosistem.
Bentang Alam Sultra Didorong Jadi Ruang Riset Terbuka
Selain itu, mahasiswa didorong menjadikan bentang alam Sulawesi Tenggara sebagai ruang pembelajaran terbuka untuk riset dan analisis lingkungan. Kawasan hutan dan pegunungan di provinsi ini dinilai menyimpan bahan kajian yang luas bagi anggota mapala dari seluruh Indonesia yang hadir dalam forum tersebut.
Prof. Santiaji juga berpesan agar para peserta tetap memprioritaskan pendidikan akademik dan menyelesaikan studi tepat waktu. Pesan itu disampaikan di hadapan delegasi mahasiswa yang datang dari berbagai kampus di Tanah Air.
Delegasi Mapala se-Indonesia Hadir di Kendari
TWKM XXXV dihadiri perwakilan Kementerian Kehutanan, pejabat UHO, pemerintah daerah, Forkopimda, serta delegasi mahasiswa pecinta alam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kehadiran unsur pemerintah dan instansi kehutanan menandai forum ini sebagai ruang temu antara aktivitas mahasiswa di alam bebas dan kebijakan pengelolaan sumber daya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa pecinta alam diharapkan mampu berkontribusi dalam mendorong pembangunan industri yang selaras dengan pelestarian lingkungan.