BMKG Kendari Peringatkan Gelombang 2,5 Meter di Perairan Baubau dan Wakatobi hingga 16 September

Penulis: Panji Pratama  •  Senin, 14 September 2026 | 05:56:01 WIB
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari menyampaikan peringatan dini gelombang tinggi di Perairan Baubau dan Wakatobi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di Perairan Baubau dan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dengan ketinggian mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Peringatan berlaku mulai 13 September 2026 pukul 08.00 WITA sampai 16 September 2026 pukul 08.00 WITA, atau tiga hari ke depan. Nelayan tradisional dan operator kapal kecil diminta menunda aktivitas melaut selama periode tersebut.

KENDARI — Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Syamsuddin Jufri, menyampaikan bahwa pola angin di wilayah perairan Sultra umumnya bergerak dari timur ke selatan. Kecepatan angin tercatat berkisar 2 hingga 20 knot.

Kondisi itu memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah titik perairan. Puncaknya, kecepatan angin bisa menyentuh 25 knot atau setara 6 Skala Beaufort.

Wilayah yang Berpotensi Terdampak Gelombang Tinggi

Selain Perairan Baubau dan Wakatobi, BMKG mencatat sejumlah wilayah lain yang berpeluang mengalami gelombang sedang hingga tinggi. Di antaranya Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Buton, Laut Flores Selatan Buton, serta Laut Banda Timur Wawonii.

"Hasil analisis analisis kondisi sinoptik menunjukkan pola angin umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot," kata Syamsuddin Jufri.

Menurutnya, kecepatan angin tertinggi yang berpotensi memicu gelombang tinggi diperkirakan mencapai 25 knot atau 6 Skala Beaufort. Kondisi itu khususnya terjadi di Perairan Baubau, Perairan Wakatobi bagian timur, serta Laut Banda timur Wakatobi.

Ambang Batas Bahaya bagi Nelayan dan Kapal Tongkang

BMKG menegaskan risiko keselamatan pelayaran meningkat tajam selama periode peringatan ini. Perahu nelayan berisiko tinggi saat kecepatan angin menyentuh 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Untuk kapal tongkang, ambang bahayanya sedikit berbeda. Risiko muncul ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.

"Risiko terhadap keselamatan pelayaran sangat tinggi bagi perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sedangkan untuk kapal tongkang, risiko terjadi apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter," sebut Syamsuddin Jufri.

Imbauan untuk Warga Pesisir dan Penyedia Jasa Pelayaran

BMKG meminta masyarakat pesisir, nelayan, serta penyedia jasa pelayaran di Perairan Baubau, Wakatobi, dan sekitarnya mengutamakan keselamatan. Warga juga diminta rutin memantau pembaruan informasi cuaca maritim resmi dari BMKG.

Peringatan dini ini berlaku hingga 16 September 2026 pukul 08.00 WITA. Pengguna jasa transportasi laut diimbau menyesuaikan jadwal keberangkatan selama periode tersebut.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top