KENDARI — Kepengurusan Lembaga Budaya Muna (LBM) Sulawesi Tenggara periode baru resmi terbentuk. La Ode Darwin terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) IV yang digelar di Kendari, Senin (18/5/2026).
Usai menerima mandat, Darwin langsung memetakan langkah awal. Ia menyiapkan konsolidasi internal bersama pengurus dan tokoh masyarakat Muna. Agenda utama yang sudah diumumkan adalah silaturahmi akbar yang akan dipusatkan di Kota Kendari.
“Kami akan mengagendakan silaturahmi akbar masyarakat Muna yang dipusatkan di Kota Kendari. Targetnya bisa dihadiri 10 ribu hingga 20 ribu masyarakat Muna dari berbagai daerah,” ujar Darwin.
Kegiatan itu direncanakan berlangsung setelah Lebaran. Darwin menyebut momen ini penting untuk mempererat hubungan antarwarga dan menghapus sekat-sekat kelompok yang sempat muncul.
Darwin menegaskan bahwa kepengurusan LBM ke depan tidak hanya fokus pada pelestarian budaya. Lembaga ini, menurutnya, harus menjadi wadah yang menjawab kebutuhan masyarakat Muna di berbagai bidang.
“Lembaga Budaya Muna harus menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat Muna di mana pun berada. Kami akan menjaga persatuan, martabat, dan kehormatan masyarakat Muna,” tegasnya.
Cakupan kerja LBM diperluas ke sektor ekonomi, adat, hingga sosial kemasyarakatan. Darwin ingin lembaga ini menjadi rumah bersama tanpa memandang latar belakang atau perbedaan pandangan politik.
Dalam pernyataannya, Darwin menekankan pentingnya solidaritas warga Muna di Sulawesi Tenggara maupun di luar daerah. Ia mengajak seluruh elemen untuk berdiri dalam satu kekuatan besar.
“Kami ingin seluruh masyarakat Muna bersatu dan berdiri bersama membangun kebersamaan, tanpa lagi terkotak-kotak dalam kelompok tertentu,” katanya.
Ia menilai amanah sebagai ketua LBM Sultra merupakan tanggung jawab besar. Komitmen menjaga nama baik dan memperkuat solidaritas antarwarga menjadi prioritas utama kepengurusannya ke depan.