TANGERANG SELATAN — Hardiyanto Pono, warga Sulawesi Tenggara yang sehari-hari bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pengadilan Tinggi Sultra, terpilih menjadi satu dari sepuluh peraga nasional pada peluncuran dan pelatihan nasional Senam KLPI 3. Acara tersebut berlangsung di Blandongan Puspemkot Tangerang Selatan, Sabtu (23/5/2026).
Pria kelahiran Kendari, 29 Juli 1982 itu, mengatakan bahwa ini kali pertama konsep senam KLPI mengundang perwakilan dari seluruh Indonesia. "Terpilih 10 peraga nasional dari 10 provinsi," ujarnya, Minggu (24/5).
150 Peserta dari Aceh hingga Papua Selatan
Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua Selatan. Pelatihan nasional ini digelar untuk memperkuat gerakan hidup sehat bagi pralansia dan lansia, sekaligus memperluas jaringan instruktur senam bersertifikat di berbagai daerah.
Hardiyanto Juga Dilantik Jadi Dewan Pengurus Provinsi
Tak hanya menjadi peraga nasional, Hardiyanto juga dipercaya duduk di Dewan Pengurus Kebugaran Lansia Pralansia Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2026–2030. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum KLPI Pusat, Nenden Mukhtar.
"Saya dipercayakan juga menjadi dewan pengurus Kebugaran Lansia Pralansia Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2026–2030 dan dilantik langsung oleh Ketua Umum KLPI Pusat Ibu Nenden Mukhtar," kata Hardiyanto.
Prosesi pelantikan itu disaksikan oleh perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Kesehatan, Korminas, serta 24 ketua KLPI provinsi se-Indonesia.
Senam KLPI 3: Program Terbaru untuk Lansia
Menurut Hardiyanto, Senam KLPI 3 merupakan program terbaru yang resmi diluncurkan secara nasional tahun ini. Sebelumnya, DPP KLPI telah meluncurkan Senam KLPI 1, KLPI 2, hingga Senam Alzheimer.
Dengan pengalaman menekuni dunia senam selama kurang lebih 15 tahun, Hardiyanto beberapa kali mewakili Sulawesi Tenggara di lomba dan festival senam tingkat nasional. Kini, ia membawa nama daerahnya tidak hanya sebagai peserta, tetapi sebagai peraga nasional yang menjadi acuan gerakan bagi instruktur di seluruh Indonesia.