Bupati Muna Barat La Ode Darwin Pimpin Lembaga Budaya Muna, Fokus Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

Penulis: Obi Permana  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 13:27:16 WIB
Bupati Muna Barat La Ode Darwin resmi memimpin Lembaga Budaya Muna dengan fokus pendidikan karakter berbasis budaya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mubar La Samahu menyambut baik terpilihnya Bupati Darwin sebagai nahkoda LBM. Ia menegaskan, program utama yang akan digarap adalah pendidikan karakter siswa yang berkelanjutan dengan pendekatan budaya Muna.

"Dalam rangka menyukseskan pelestarian budaya Muna dan program kerja LBM pada umumnya, maka kita menyiapkan program pendidikan karakter siswa dengan berbasis budaya," kata La Samahu saat ditemui di Laworo, Rabu.

Mengapa Pendekatan Budaya Diperlukan?

La Samahu menjelaskan, era digitalisasi membuat siswa rentan mengakses informasi yang tidak mendidik. Hal itu, menurutnya, dapat menjerumuskan pelajar pada perilaku yang tidak sesuai ajaran agama dan budaya lokal.

"Karena itu pendekatan pembentukan karakter siswa berbasis budaya ini diperlukan untuk memagari generasi kita dari hal-hal negatif yang tentu saja hal tersebut dapat menghancurkan masa depan anak didik kita," imbuhnya.

Kegiatan Budaya di Sekolah Akan Jadi Perhatian Khusus

Pemkab Mubar berupaya agar kegiatan siswa yang bernuansa budaya mendapat perhatian lebih. Bentuk kegiatan yang menjadi fokus meliputi pengenalan budaya, pemahaman atas nilai budaya, dan cara melestarikannya.

La Samahu berharap, di bawah kepemimpinan Bupati Darwin, LBM ke depan mampu melahirkan banyak inovasi. Inovasi itu diharapkan bermuara pada kemajuan organisasi dan kemaslahatan masyarakat.

"Peningkatan pendidikan karakter siswa yang berkelanjutan dengan pendekatan budaya akan berkontribusi positif terhadap pelestarian budaya Muna itu sendiri dan kemajuan daerah menuju Liwu Mokesa," jelasnya.

Target: Generasi Cerdas dan Berbudaya

Program ini menargetkan lahirnya generasi muda Muna Barat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki pemahaman dan kebanggaan terhadap budayanya sendiri. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga identitas lokal di tengah arus globalisasi.

Reporter: Obi Permana
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top