KENDARI — Satgas Pangan Kota Kendari mulai mengintensifkan pemantauan di pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga gudang distribusi. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada pedagang yang menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang Hari Raya Idul Adha.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, secara khusus mengimbau para pelaku usaha untuk tidak memanfaatkan momen keagamaan demi keuntungan pribadi yang berlebihan. Menurutnya, Idul Adha seharusnya menjadi ajang memperkuat solidaritas sosial, bukan ajang mencari untung dengan cara yang memberatkan masyarakat.
Pemerintah tidak hanya mengandalkan imbauan. Dari sisi penegakan hukum, Satgas Pangan mengingatkan bahwa praktik penimbunan barang dan manipulasi harga dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Masyarakat pun diminta aktif melapor jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.
“Momentum Idul Adha seharusnya menjadi ajang berbagi dan memperkuat solidaritas sosial, bukan dimanfaatkan untuk mencari keuntungan yang berlebihan dengan cara yang tidak wajar,” tegas Siska dalam keterangannya, Senin lalu.
Selain mengawasi pedagang, Pemkot Kendari juga mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja. Warga diminta tidak melakukan panic buying dan membeli kebutuhan sesuai keperluan saja. Langkah ini dinilai penting agar distribusi barang tetap merata dan harga tidak melonjak akibat permintaan palsu.
Lebih jauh, Wali Kota menekankan bahwa esensi Idul Adha tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan konsumsi. Ia mengingatkan soal nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama yang harus tetap dijaga, termasuk dalam perilaku ekonomi sehari-hari.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat, Pemkot Kendari berharap suasana menjelang Idul Adha tetap kondusif. Target utamanya adalah memastikan pasokan bahan pokok aman dan nilai-nilai kebersamaan dapat dirasakan seluruh warga Kota Kendari.