PT Vale Indonesia Edukasi 100 Pelajar SMPN 1 Pomalaa soal Bahaya Napza dan HIV, Cegah Sejak Dini

Penulis: Panji Pratama  •  Senin, 25 Mei 2026 | 11:53:41 WIB
PT Vale Indonesia edukasi 100 pelajar SMPN 1 Pomalaa tentang bahaya Napza dan HIV.

KOLAKA — PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa menggelar edukasi pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) serta penanggulangan HIV kepada 100 pelajar di SMP Negeri 1 Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (23/5/2026). Program ini menyasar sekolah di wilayah pemberdayaan perusahaan sebagai langkah dini menjaga masa depan generasi muda.

Mengapa Pelajar Menjadi Sasaran Utama?

Senior Coordinator Safety and Emergency Response PT Vale IGP Pomalaa, Dery Nurjaya, mengatakan bahwa selama ini para pelajar hanya menerima informasi soal Napza dan HIV dari internet atau media sosial yang belum tentu kredibel. Hal itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

“Kami ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Dengan adanya kegiatan ini, para siswa di area operasional kami mendapatkan edukasi, pemahaman, dan pengetahuan yang baik dari narasumber yang kredibel dan ahli di bidangnya,” katanya di Kolaka, Sabtu.

Para siswa mendapat penjelasan langsung secara medis yang lebih lengkap dan kontekstual. Materi mencakup pengertian Napza, contoh-contoh zat berbahaya, hingga dampak nyatanya terhadap kesehatan tubuh.

Kekhawatiran Kepala Sekolah soal ‘Paket Hemat’ Narkotika

Kepala SMPN 1 Pomalaa, Nurmadi, menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT Vale yang telah menginisiasi kegiatan positif tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini menjadi penyegaran pengetahuan bagi para siswa di tengah maraknya penyalahgunaan narkotika.

“Saat ini, selaku orang tua dan pendidik, kami sangat khawatir dengan maraknya penyalahgunaan narkotika. Bahkan sekarang terdengar ada istilah ‘paket hemat’ yang bisa dibeli oleh kalangan tertentu. Ini sangat mengerikan. Jika anak-anak terjebak, masa depan dan kesehatan mereka, terutama perkembangan otak, akan hancur,” kata Nurmadi.

Ia berharap kegiatan edukasi seperti ini tidak terputus agar para siswa dapat terus membentengi diri dari ancaman narkotika.

Ajakan Kecamatan: Jangan Coba-coba Sekali Pun

Perwakilan Pemerintah Kecamatan Pomalaa, La Ode Ndikode, mengingatkan para siswa agar tidak sekali-kali mencoba barang haram tersebut. Ia menegaskan bahwa generasi muda adalah penerus kepemimpinan bangsa dan daerah di masa depan.

“Jangan coba-coba bersentuhan atau mencicipi, apalagi memakai. Sekali mencoba, pasti akan mengulangi untuk kedua kalinya. Tolong perhatikan ini dengan baik,” katanya menegaskan.

Rencana Perluasan ke Sekolah Lain

Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan diperluas ke beberapa sekolah lain di Kabupaten Kolaka, termasuk hingga jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap dunia pendidikan di wilayah industrinya.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: sultrakini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top