IHSG Anjlok 4,11% ke 5.941, Menkeu Purbaya: Fundamental Ekonomi Masih Solid, Bukan Sentimen Global

Penulis: Lendra Saputra  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 10:32:31 WIB
IHSG turun 4,11% ke level 5.941 pada perdagangan Rabu (3/6).

SULAWESI TENGGARA — Pemerintah bergerak cepat meredam gejolak di pasar modal setelah IHSG babak belur dan kehilangan 254,36 poin dalam sepekan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara, memastikan bahwa aksi jual besar-besaran yang menekan indeks saham lebih banyak dipicu oleh isu domestik, bukan oleh pelemahan fundamental ekonomi global atau indikator makro Indonesia.

“Fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, enggak ada masalah. Pendapatan pajak di Mei aja masih kencang,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).

Rumor Downgrade S&P dan Inflasi Jadi Biang Kerok Kepanikan

Menkeu secara spesifik menyebutkan bahwa salah satu rumor yang memicu aksi jual adalah kabar Standard & Poor's (S&P) akan mendowngrade peringkat kredit Indonesia. Ia membantah rumor tersebut dan mengaku baru akan bertemu dengan pihak S&P pada malam hari. “Ada rumor S&P akan mendowngrade (peringkat kredit Indonesia). Padahal saya baru mau ketemu nanti malam,” ungkapnya.

Selain itu, Purbaya juga membantah anggapan bahwa inflasi sebesar 3% menjadi penyebab pelemahan. Menurutnya, angka tersebut masih berada dalam target sasaran Bank Indonesia sebesar 2,5% plus minus 1%. Ia menilai, data inflasi tidak layak dijadikan alasan kepanikan pasar.

Daya Beli dan Pajak Jadi Bukti Fondasi Ekonomi Kokoh

Untuk meyakinkan pasar, Purbaya menyoroti dua indikator utama yang menurutnya masih solid. Pertama, penerimaan pajak di bulan Mei tercatat masih tumbuh kencang. Kedua, daya beli masyarakat masih kuat yang tercermin dari aktivitas ekonomi di berbagai daerah yang ramai, mulai dari pusat perbelanjaan hingga hotel.

“Domestic demand masih kuat, daya beli masyarakat masih cukup kuat,” kata Purbaya.

Data Perdagangan: IHSG Terjun Bebas, Asing Belum Terlihat

Pada penutupan perdagangan Rabu (3/6), IHSG tercatat di level 5.941. Indeks saham ambles 254,36 poin atau minus 4,11% dari perdagangan sebelumnya. Data RTI Infokom menunjukkan, nilai transaksi mencapai Rp25,21 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 40,06 miliar lembar. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham yang menguat, sementara 692 saham terkoreksi dan 54 saham stagnan.

Meski mengalami tekanan berat, Purbaya enggan memprediksi level IHSG ke depan. Ia hanya memastikan pemerintah akan fokus menjaga sentimen pasar dan memastikan seluruh fundamental ekonomi tetap terjaga. “Kalau nanya level enggak tahu. Saya bilang enggak usah takut. Jadi kita akan pastikan lagi semuanya lebih baik, termasuk menjaga sentimen pasar,” pungkasnya.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top