SULAWESI TENGGARA — Penurunan juga terjadi pada harga buyback atau nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali logam mulianya ke Antam. Harga buyback hari ini terkikis Rp 10.000 menjadi Rp 2.480.000 per gram.
Berikut rincian harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran pada Selasa (8/9/2026):
Perlu dicatat, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar. Sebagai gambaran, emas batangan Antam sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram dengan harga buyback Rp 2.989.000 per gram.
Pelemahan harga emas Antam hari ini sejalan dengan koreksi emas dunia. Harga emas spot turun 0,5 persen ke US$ 4.405,47 per ounce pada pukul 02.11 GMT, setelah pada perdagangan Jumat lalu merosot 1 persen. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga melemah 0,5 persen ke US$ 4.452,20 per ounce.
Tekanan datang dari data ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat lalu. Pertumbuhan lapangan kerja di Negeri Paman Sam meningkat tajam pada Agustus dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,1 persen. Kondisi ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga.
Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.
Kepala analis pasar KCM Trade, Tim Waterer, menilai data pekerjaan AS memberikan kejutan positif yang jelas dan menekan harga emas. Namun, data tersebut belum cukup untuk memastikan The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan 15-16 September mendatang.
"Bagian penting yang masih ditunggu akan hadir pekan ini melalui data CPI AS," kata Waterer. Ia menambahkan, data inflasi yang kuat akan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, mendorong imbal hasil lebih tinggi, dan memberikan tekanan yang lebih besar terhadap harga emas.
Pelaku pasar kini menanti rilis data Producer Price Index (PPI) AS pada Kamis yang disusul Consumer Price Index (CPI) pada Jumat. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini mencapai 58,4 persen.