MAKASSAR — PLN UID Sulselrabar menurunkan tim pemantauan selama 24 jam penuh melalui Pusat Pengatur Distribusi (UP2D) Sulselrabar guna menjaga stabilitas pasokan listrik di wilayah Sulbagsel. General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah memimpin langsung peninjauan ke lapangan, termasuk ke ruang kendali dan PLTD Tallo Lama di Makassar, untuk memastikan seluruh unit pembangkit siap beroperasi secara optimal.
Peninjauan yang dilakukan Edyansyah bersama jajaran manajemen berfokus pada kesiapan operasional unit mesin pembangkit serta fasilitas pendukung di PLTD Tallo Lama. Pembangkit sewa ini menjadi salah satu andalan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di sistem kelistrikan Sulbagsel.
“Kami terus mengoptimalkan seluruh unit pembangkit, termasuk unit sewa seperti di PLTD Tallo Lama,” ujar Edyansyah dalam keterangannya, Senin (16/12/2024).
Edyansyah menekankan bahwa pemantauan langsung di lapangan diperlukan untuk mengidentifikasi kendala teknis yang berpotensi mengganggu keandalan sistem. Dengan pengawasan secara real-time dan berkesinambungan, potensi gangguan dapat dideteksi lebih awal sebelum berdampak pada pelanggan.
PLN menyatakan akan mempercepat proses pemulihan dan optimalisasi bagi pembangkit yang tersedia. Pola operasi pembangkit juga diatur ulang agar keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik tetap terjaga di seluruh wilayah layanan.
Berbagai langkah mitigasi turut diterapkan untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan. Seluruh petugas di lapangan dikerahkan untuk mempercepat penanganan dan pemulihan dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada.
PLN UID Sulselrabar menegaskan komitmennya menjaga pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat di Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam merespons kebutuhan listrik yang terus meningkat, terutama menjelang periode beban puncak.