JAKARTA — Skor 77,89 itu terdiri dari tiga dimensi utama. Dimensi toleransi mencatat angka tertinggi, 88,82. Kesetaraan berada di 79,35, sementara kebersamaan menjadi dimensi terendah dengan 65,49.
Syahganda menyampaikan apresiasi Badan Komunikasi Pemerintah RI dalam keterangannya di Jakarta, Selasa. Menurut dia, Kemenag berhasil menggeser fungsi agama dari sekadar ritual menjadi kekuatan pemersatu bangsa.
"Kemenag telah berhasil meningkatkan agama sebagai alat persatuan nasional. Itu yang luar biasa saya lihat," kata Syahganda.
Selain kerukunan antarumat, Syahganda menyoroti upaya Kemenag menjadikan nilai keagamaan sebagai landasan pembentukan karakter masyarakat. Salah satu sasarannya: menjauhkan warga dari praktik rasuah.
"Yang kedua, telah berhasil menjadikan agama sebagai alat pembebasan dari budaya korupsi," ujarnya.
Kebijakan antikorupsi itu diwujudkan lewat digitalisasi birokrasi. Tujuannya menekan transaksi tunai dan meminimalisasi pertemuan tatap muka di lingkungan kementerian.
Kemenag juga berkolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dua lembaga itu meluncurkan buku pendidikan antikorupsi lintas agama. Forum Penyuluh Antikorupsi bagi tenaga pendidik turut dibentuk sebagai wadah pendampingan.
Syahganda menempatkan agama sebagai pendorong pembangunan kualitas manusia. Dia menyebut peran itu terlihat pada pembelajaran jarak jauh dan beasiswa.
"Yang ketiga, agama itu ikut berperan serta dalam memajukan human development, human capital, seperti pembelajaran jarak jauh, beasiswa, dan lain-lain," katanya menambahkan.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, Kemenag mencatat pengumpulan dana wakaf Rp4,7 triliun. Dana itu diarahkan untuk mendukung kesejahteraan umat.
Program Indonesia Pintar (PIP) Kemenag pada 2026 direncanakan menyasar 2.607.195 peserta didik. Alokasi anggarannya mencapai Rp2,08 triliun.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima apresiasi tersebut dengan menegaskan komitmen tata kelola birokrasi. Fokusnya: birokrasi bersih dan berorientasi pelayanan publik.
Menurut Nasaruddin, kebersihan birokrasi menjadi prasyarat ekosistem pendidikan nasional yang sehat. Dia merujuk agenda yang digagas Presiden sebagai arah kerja kementeriannya.
"Kementerian Agama sangat aktif untuk mendukung kegiatan-kegiatan ekosistem pendidikan yang seperti digagas oleh Bapak Presiden kita. Kemudian juga untuk birokrasi yang bersih dan melayani, alhamdulillah Kementerian Agama juga beberapa kali mendapatkan penghargaan," tutur Nasaruddin.