SULAWESI TENGGARA — RUPST Antam yang digelar pekan lalu tidak hanya memutuskan soal dividen jumbo. Pemegang saham juga menyetujui perubahan jajaran direksi dan komisaris, serta memberikan lampu hijau bagi perusahaan untuk menggarap proyek hilirisasi nikel guna mendukung ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.
Dividen Rp5,04 Triliun dan Sisa Laba untuk Ekspansi
Dari total laba bersih Rp7,92 triliun yang dibukukan pada 2025, Antam mengalokasikan Rp5,04 triliun sebagai dividen. Sisanya, Rp2,16 triliun atau 30 persen, akan ditahan sebagai saldo laba untuk membiayai pengembangan usaha dan proyek-proyek strategis ke depan.
Kinerja positif ini ditopang oleh pendapatan yang naik 22 persen menjadi Rp84,64 triliun. Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, menyebut pencapaian ini sebagai yang terbaik sepanjang sejarah perseroan, meskipun harga komoditas global bergejolak dan ekonomi makro tidak menentu.
"Capaian ini mencerminkan kuatnya fundamental bisnis, efektivitas strategi yang dijalankan secara disiplin, serta komitmen seluruh insan Antam," ujar Untung dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
Garap Hilirisasi Nikel untuk Baterai EV
Dalam RUPST yang sama, pemegang saham menyetujui Antam menerima penugasan khusus dari pemerintah untuk mempercepat program hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik. Proyek ini mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari pertambangan, pembangunan pabrik pengolahan (RKEF/RKSBF dan HPAL), hingga fasilitas daur ulang baterai.
Untuk merealisasikannya, Antam akan bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) dan konsorsium asing yang terdiri dari Zhejiang Huayou Cobalt, EVE Energy, serta PT Daaz Bara Lestari. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri baterai global.
Perombakan Direksi dan Komisaris
RUPST juga mengukuhkan perubahan susunan pengurus perusahaan. Rudy Salahuddin Ramto resmi diberhentikan sebagai Komisaris per 19 Desember 2025, sementara I Dewa Wirantaya yang sebelumnya menjabat Direktur Pengembangan Usaha kini beralih posisi menjadi Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir.
Selain itu, pemegang saham memberhentikan Arianto Sabtonugroho Rudjito dari jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Posisinya digantikan oleh Arini Kasmira. Adapun Aryanto Wibowo diangkat sebagai Komisaris baru.
Dengan perubahan ini, jajaran Direksi Antam kini terdiri dari Untung Budiharto (Direktur Utama), I Dewa Bagus Sugata Wirantaya (Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir), Hartono (Direktur Pengelolaan Sumber Daya Mineral), dan Arini Kasmira (Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko). Sementara itu, Komisaris Utama tetap dijabat oleh Irwandy Arif, didampingi Elen Setiadi, Ridwan, Rudy Sufahriadi, Aryanto Wibowo, dan Pius Lustrilanang.