Pencarian

Kekhawatiran Uni Eropa Menguat, Trump Dikhawatirkan Caplok Kendali Perundingan Damai Ukraina

Selasa, 16 Juni 2026 • 17:28:01 WIB
Kekhawatiran Uni Eropa Menguat, Trump Dikhawatirkan Caplok Kendali Perundingan Damai Ukraina
Pejabat Uni Eropa menyatakan kekhawatiran atas potensi dominasi Trump dalam perundingan damai Ukraina.

SULAWESI TENGGARA — Kekhawatiran itu diungkapkan oleh sejumlah pejabat Uni Eropa kepada media Politico, seperti dikutip RIA Novosti, Selasa (16/6). Mereka menilai Trump memiliki kecenderungan untuk mengambil kendali penuh atas proses negosiasi, sebuah skenario yang dapat meminggirkan peran serta kepentingan Eropa dalam menentukan arah perdamaian di kawasan.

Ancaman terhadap Strategi Tekanan Maksimal Eropa

Para pejabat Eropa khawatir langkah sepihak Washington akan menggagalkan strategi yang selama ini mereka bangun. Brussels konsisten mendorong kebijakan isolasi dan sanksi berat terhadap Moskow sebagai syarat utama setiap perundingan.

“Jika Trump mengambil alih, ada risiko besar bahwa pendekatan Eropa yang lebih keras terhadap Rusia akan ditinggalkan demi kesepakatan cepat yang menguntungkan AS,” demikian kurang lebih isi kekhawatiran yang dilaporkan Politico. Kekhawatiran ini muncul di tengah optimisme Gedung Putih yang ingin konflik tersebut segera berakhir.

Optimisme Washington dan Isyarat dari Moskow

Seorang pejabat AS yang berbicara kepada Politico mengatakan bahwa Trump sangat menginginkan penyelesaian konflik dan tetap optimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai. Pernyataan ini memperkuat spekulasi bahwa Trump akan bergerak cepat begitu fokusnya tidak lagi terbagi dengan krisis Iran.

Isyarat keterlibatan Trump yang lebih dalam sebenarnya sudah tercium sebelumnya. Asisten Kepresidenan Rusia, Yury Ushakov, mengungkapkan bahwa dalam percakapan dengan Presiden Vladimir Putin, Trump menyatakan kesediaannya untuk memengaruhi mitra-mitra Eropa dan Ukraina. Pernyataan ini menjadi sinyal awal bahwa AS berniat menjadi poros utama dalam setiap pembahasan damai, bukan sekadar salah satu pihak.

Kekhawatiran Lama yang Kembali Mengemuka

Ketakutan akan ditinggalkannya Eropa dalam proses negosiasi Ukraina sebenarnya bukan isu baru. Sejak awal konflik, Brussels kerap merasa kebijakannya yang hawkish terhadap Rusia seringkali tidak sejalan dengan pendekatan pragmatis Washington yang cenderung mencari hasil cepat.

Kini, dengan meredanya tekanan di Timur Tengah, energi diplomatik AS diprediksi akan kembali terkonsentrasi ke Eropa Timur. Bagi Uni Eropa, situasi ini menjadi panggilan darurat untuk memperkuat suara dan posisi tawar mereka sebelum Trump benar-benar mengambil kemudi perundingan.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks