SULAWESI TENGGARA — Bantuan tahap pertama disalurkan kepada 40 KK atau 110 jiwa yang mengungsi di Kantor Kelurahan Bahu. Rombongan kemudian bergerak ke lokasi Mabura, Kelurahan Tarorane, untuk menjangkau 5 KK sisanya yang berjumlah 19 jiwa. Langkah ini diambil setelah data penerima diverifikasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro.
Bantuan Disalurkan Enam Bulan Pasca-Bencana
Banjir bandang yang menerjang wilayah itu terjadi pada Januari 2026. Plt Bupati Heronimus Makainas mengakui rentang waktu penyaluran bantuan cukup panjang. “Pemerintah daerah memberi perhatian penuh kepada korban yang terdampak bencana. Melalui pihak BPBD Sitaro telah mendata dengan seksama para korban yang akan menerima bantuan,” ujarnya di Kota Ulu.
Heronimus menambahkan, untuk korban di Mabura, pemerintah daerah menjamin pasokan bantuan rutin setiap bulan melalui BPBD. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Sitaro terhadap kelompok yang paling sulit dijangkau akibat kondisi geografis.
Kajati Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Keterlibatan Kejaksaan Negeri Sitaro dalam kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Kepala Kejari Sitaro Anang Suhartono menegaskan pihaknya mendampingi proses distribusi untuk memastikan tidak ada penyimpangan. “Kami berkomitmen bersama Pemkab Sitaro menyerahkan bantuan ini tepat sasaran dan disalurkan secara transparan,” kata Anang.
Pendampingan aparat penegak hukum dalam penyaluran bantuan sosial pascabencana menjadi praktik yang mulai lazim di daerah rawan korupsi. Langkah ini sekaligus menjawab keraguan publik atas akuntabilitas distribusi logistik kebencanaan.
Dua Titik Pengungsian, Satu Tujuan
Proses penyerahan dilakukan secara maraton. Setelah dari Kantor Kelurahan Bahu, rombongan langsung menuju Mabura yang berjarak beberapa kilometer. Meski jumlah penerima di Mabura hanya 5 KK, pemerintah memastikan mereka tidak terlewat dari pendataan.
Pendekatan door-to-door seperti ini menjadi strategi Pemkab Sitaro untuk menjangkau korban di lokasi terpencil. Bencana banjir bandang Januari lalu merusak sejumlah infrastruktur penghubung, sehingga akses ke beberapa titik sempat terputus total.
Pelajaran dari Bencana Januari 2026
Banjir bandang yang melanda Kelurahan Bahu dan sekitarnya menjadi catatan penting bagi sistem penanggulangan bencana Sitaro. Data BPBD yang menjadi acuan penyaluran bantuan kali ini merupakan hasil verifikasi ulang setelah sebelumnya ditemukan ketidakcocokan data di lapangan.
Plt Bupati Heronimus berjanji akan mempercepat proses rehabilitasi infrastruktur dasar di kawasan terdampak. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian jadwal pembangunan hunian tetap bagi warga yang rumahnya hanyut terbawa banjir.