SULAWESI TENGGARA — Permintaan itu disampaikan Voller dalam Kongres Pelatih Internasional di Mainz, kurang dari sepekan setelah Klopp resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Jerman pada Jumat (24/7). Pria yang juga legenda sepak bola Jerman era 1990 itu menilai banyak pihak keliru menjadikan Argentina sebagai standar emas permainan.
Voller: Argentina Contoh yang Buruk untuk Jerman
"Tiba-tiba, Argentina menjadi standar emas. Saya merasa itu agak munafik. Saya tidak menginginkan tim yang bermain seperti Argentina," ujar Voller tegas, dikutip dari Mirror.
Menurutnya, cara bertahan Argentina bukanlah sesuatu yang patut ditiru. "Kami, Jerman, perlu bertahan lebih baik. Banyak orang menjadikan Argentina sebagai contoh, dan saya pikir itu contoh yang buruk," tambahnya.
Spanyol dan Inggris Jadi Acuan Gaya Bermain Die Mannschaft
Voller justru memberikan hormat setinggi-tingginya kepada Spanyol. Ia menilai juara Piala Dunia 2010 itu unggul dalam dua fase permainan sekaligus.
"Spanyol pantas mendapatkan semua pujian. Bukan hanya karena cara mereka mempertahankan penguasaan bola dan menyerang, tetapi juga karena cara mereka bertahan. Mereka benar-benar panutan," kata Voller. Ia juga menyebut Inggris sebagai tim yang disukainya.
Tekanan Langsung: Mengembalikan Jerman ke Puncak Dunia
Mandat dari Voller ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Klopp. Pelatih asal Jerman itu tidak hanya dituntut merombak identitas permainan, tetapi juga membawa pulang trofi. Die Mannschaft terakhir kali merasakan menjadi juara dunia pada 2014 di Brasil.
Klopp menggantikan Julian Nagelsmann yang gagal total di Piala Dunia 2026. Dengan gaya khasnya yang energik dan agresif, publik kini menantikan apakah Klopp mampu mengadopsi penguasaan bola ala Spanyol atau justru mempertahankan ciri khas gegenpressing-nya.