KENDARI — Kewajiban menyetorkan sampah anorganik itu merupakan tindak lanjut Instruksi Wali Kota Kendari tentang Gerakan Membawa, Memilah, dan Menyerahkan Sampah Anorganik. Setiap ASN di lingkungan Pemkot Kendari harus menyerahkan sampah hasil pilahan setiap Jumat, dengan target minimal dua kilogram per orang per bulan.
Amir Hasan menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar mengejar kuantitas sampah yang terkumpul. Menurutnya, target utama dari instruksi tersebut adalah membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya, yang dimulai dari lingkungan birokrasi.
ASN sebagai Motor Perubahan Budaya Pengelolaan Sampah
Dalam arahannya, Amir Hasan menyebut ASN memiliki posisi strategis untuk mengubah pola pikir masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Gerakan ini diharapkan tidak berhenti di lingkungan kantor pemerintahan, melainkan turut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan ditularkan kepada warga.
"Jangan melihat ini hanya sebagai kewajiban ASN. Kita ingin membangun budaya baru, bahwa sampah yang masih memiliki nilai ekonomi harus dipilah dan dikelola dengan baik," tegas Amir Hasan di hadapan peserta apel.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, sehingga keteladanan dari aparatur menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Integritas ASN Bukan Sekadar Patuh Aturan
Selain soal pengelolaan sampah, Amir Hasan menekankan bahwa integritas harus menjadi dasar dalam setiap pelaksanaan tugas ASN. Ia meminta aparatur bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Integritas harus menjadi dasar dalam setiap pelaksanaan tugas. ASN harus bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ungkapnya.
Sikap disiplin, tanggung jawab, transparansi, dan konsistensi dalam menjalankan tugas disebut Amir Hasan sebagai bagian tidak terpisahkan dari integritas aparatur. Ia meminta nilai-nilai itu dipahami dan diterapkan dalam setiap pekerjaan, bukan hanya sebagai kepatuhan formal terhadap aturan.
Apresiasi untuk Lurah dan Target Kolaborasi ke Depan
Dalam kesempatan yang sama, Amir Hasan memberikan apresiasi kepada sejumlah lurah yang dinilai berhasil menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kemampuan mereka mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.
Ia menilai keberhasilan kelurahan tersebut layak menjadi contoh bagi kelurahan lain. Kebersihan lingkungan merupakan indikator penting dari keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
"Kelurahan yang berhasil menjaga kebersihan lingkungannya tentu harus kita apresiasi. Ini menjadi contoh bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bekerja bersama, lingkungan yang bersih dan nyaman dapat diwujudkan," paparnya.
Para lurah diminta memperkuat komunikasi dengan warga dan memperbanyak kegiatan kebersihan serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sebagai garda terdepan yang berhadapan langsung dengan warga, lurah harus mampu menggerakkan masyarakat sekaligus memastikan program pemerintah berjalan di tingkat lingkungan.
"Para lurah harus terus membangun komunikasi dengan masyarakat. Jangan hanya menunggu persoalan muncul, tetapi harus aktif mengajak warga menjaga kebersihan dan mengelola sampah dari sumbernya," tandasnya.