Pencarian

BMKG Beberkan Ciri-Ciri Awan Cumulonimbus yang Picu Hujan Lebat dan Gangguan Penerbangan

Rabu, 26 Agustus 2026 • 14:47:32 WIB
BMKG Beberkan Ciri-Ciri Awan Cumulonimbus yang Picu Hujan Lebat dan Gangguan Penerbangan
Awan Cumulonimbus terlihat menjulang vertikal dengan struktur tebal dan padat di langit Sulawesi Tenggara.

SULAWESI TENGGARA — BMKG melalui kanal media sosialnya, Rabu (19/8), menguraikan karakteristik fisik awan Cumulonimbus yang membedakannya dari jenis awan lain. Awan ini tumbuh menjulang vertikal dengan struktur tebal dan padat, seringkali tampak gelap ketika kandungan airnya tinggi.

Bentuknya yang khas menyerupai payung raksasa atau kepala brokoli raksasa menjadi penanda visual paling mudah dikenali. Fase pertumbuhan awan ini dimulai dari naiknya udara hangat dan lembap (updraft) yang kemudian mengembun, sebelum akhirnya mencapai tahap matang dan menghasilkan cuaca ekstrem.

Dampak Nyata pada Sektor Penerbangan

Dalam dunia aviasi, Cumulonimbus masuk kategori awan berbahaya yang wajib dihindari. Turbulensi akibat gerakan udara naik-turun yang kuat menjadi ancaman utama bagi kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Hujan lebat yang menyertainya juga menutup jarak pandang pilot, sementara potensi angin kencang membuat pesawat tidak stabil saat bermanuver. Risiko terbesar adalah hujan es atau pembekuan yang dapat merusak mesin dan komponen vital pesawat.

Dampak Lingkungan dan Kualitas Udara

Kehadiran awan Cumulonimbus tidak hanya mengubah kondisi cuaca secara drastis, tetapi juga memengaruhi kualitas udara di wilayah yang dilaluinya. Fenomena ini kerap terjadi di musim pancaroba ketika suhu permukaan laut hangat memicu konveksi kuat.

Bagi pengguna aplikasi prakiraan cuaca, memahami ciri-ciri ini membantu mengantisipasi aktivitas di luar ruangan. BMKG mengimbau masyarakat untuk memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala, terutama saat awan tebal mulai terbentuk di langit.

Potensi hujan lebat mendadak yang dihasilkan awan ini juga berdampak pada operasional bisnis logistik dan transportasi darat. Genangan air yang cepat terbentuk dapat menghambat distribusi barang dan mobilitas pekerja di wilayah perkotaan.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks