Pencarian

Rencana Pemuatan Nikel Ore di Pelabuhan Kendari: Pelindo dan Pemkot Siapkan Skema Koordinasi, Sekda Ingatkan Aturan Lingkungan

Kamis, 03 September 2026 • 20:15:31 WIB
Rencana Pemuatan Nikel Ore di Pelabuhan Kendari: Pelindo dan Pemkot Siapkan Skema Koordinasi, Sekda Ingatkan Aturan Lingkungan
Pemerintah Kota Kendari dan PT Pelindo Regional 4 membahas skema koordinasi pemuatan nikel ore di Pelabuhan Kendari.

KENDARI — Pemerintah Kota Kendari menegaskan dukungannya terhadap optimalisasi Pelabuhan Kendari sebagai simpul perdagangan, seiring dengan rencana PT Pelindo Regional 4 yang menyiapkan skema baru penanganan komoditas nikel ore. Namun, langkah tersebut tidak akan berjalan tanpa pengawasan ketat terhadap kepatuhan aturan dan dampak lingkungan.

Dukungan itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, saat menghadiri agenda Coffee Morning bersama jajaran manajemen Pelindo Regional 4 Kendari pada Kamis (3/9/2026). Dalam pertemuan tertutup di salah satu hotel di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara itu, pembahasan utama difokuskan pada rencana tindak lanjut pemuatan nikel ore serta penguatan kolaborasi antarlembaga.

Komoditas Nikel Jadi Motor Baru Ekonomi Daerah

Pihak Pelindo menilai komoditas mineral tersebut memiliki potensi besar untuk menggerakkan sektor perdagangan dan jasa kepelabuhanan di Kendari. General Manager Pelindo Regional 4 Kendari, Heryanto, menyebut pengelolaan nikel ore yang tertib dapat membuka peluang peningkatan arus barang secara signifikan di pelabuhan yang dikelolanya.

“Sinergi antarpemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memastikan pengembangan aktivitas kepelabuhanan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” ujar Heryanto dalam pernyataan yang dikutip dari laman resmi Kendarikota.go.id, Kamis (3/9/2026).

Pelindo Bekali Diri dengan "Pakta Integritas" Pengawasan

Kendati peluang ekonomi terbuka lebar, Amir Hasan mengingatkan bahwa seluruh aktivitas bongkar muat nikel ore tidak boleh mengorbankan aspek legalitas dan kelestarian lingkungan. Ia meminta skema kerja sama yang tengah disusun harus berjalan tertib dan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Pengembangan dan optimalisasi pelabuhan tentu kita dukung. Namun, semuanya harus tetap memperhatikan aturan, lingkungan, serta kepentingan masyarakat Kota Kendari,” tegas Amir Hasan dalam kesempatan tersebut.

Pernyataan Sekda ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Kendari tidak akan memberi ruang bagi aktivitas ekspor yang mengabaikan kaidah lingkungan. Pengawasan ketat akan melibatkan peran aktif pelaku usaha dan masyarakat.

Asrun, Sejarah Panjang Pelabuhan yang Kini Bersiap Modernisasi

Dalam arahannya, Amir Hasan menyempatkan diri menyinggung sejarah pembangunan Pelabuhan Kendari. Ia mengingatkan bahwa infrastruktur pelabuhan dibangun pada era kepemimpinan Wali Kota saat itu, Ir. Asrun, dan kini menjadi aset berharga bagi denyut ekonomi kota.

“Pelabuhan tidak hanya menjadi pintu keluar dan masuknya berbagai komoditas, tetapi juga memiliki peran besar dalam mendorong perkembangan ekonomi Kota Kendari,” ujarnya.

Apa Langkah Berikutnya?

Baik Pelindo maupun Pemkot Kendari sepakat membentuk mekanisme koordinasi lanjutan. Rencana tersebut bakal melibatkan dinas teknis terkait di lingkungan Pemkot serta otoritas pelabuhan untuk mematangkan aspek operasional dan administrasi.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadikan Pelabuhan Kendari sebagai simpul logistik utama di kawasan timur Indonesia, seiring dengan meningkatnya permintaan komoditas nikel di pasar global.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kolomrakyat.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks