KENDARI — Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tenggara menggandeng panitia English Expo 2026 HMJ Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Halu Oleo untuk menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal. Kegiatan itu menyasar mahasiswa lintas program studi, bukan hanya mereka yang berlatar belakang ekonomi atau bisnis.
Ratusan mahasiswa mengikuti pemaparan materi sepanjang acara. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam sesi tanya jawab mengenai dunia pasar modal.
Materi yang Dibahas: dari Dasar Investasi hingga Manajemen Risiko
Pemateri membekali peserta dengan pengenalan dasar-dasar investasi, jenis produk pasar modal, manajemen risiko, hingga cara menyusun portofolio yang sehat. Materi disusun agar mahasiswa mampu membedakan peluang investasi sesuai profil risiko masing-masing.
Pengetahuan itu dinilai penting sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi setelah lulus kuliah. Mahasiswa diharapkan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga cakap mengelola keuangan pribadi.
Mengapa Mahasiswa Bahasa Inggris Perlu Melek Investasi
Ketua panitia English Expo 2026 menyebut Sekolah Pasar Modal sebagai upaya memperluas wawasan mahasiswa di bidang di luar disiplin ilmu mereka. Menurutnya, literasi keuangan dibutuhkan siapa pun, termasuk mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris.
"Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris juga perlu memahami literasi keuangan agar siap menghadapi tantangan setelah lulus," ujarnya.
Pengetahuan soal pengelolaan keuangan dan investasi disebutnya menjadi bekal penting saat memasuki dunia kerja maupun ketika mulai membangun usaha secara mandiri.
Literasi Keuangan sebagai Kebutuhan Lintas Disiplin Ilmu
Kolaborasi OJK Sultra dan mahasiswa FKIP UHO menunjukkan literasi keuangan tidak lagi eksklusif milik mahasiswa ekonomi. Pemahaman investasi relevan bagi berbagai program studi, terutama di tengah maraknya layanan keuangan digital dan beragamnya pilihan investasi.
Generasi muda perlu mengenali risiko dan menghindari keputusan keuangan yang keliru. Lewat Sekolah Pasar Modal, mahasiswa didorong membangun kebiasaan berinvestasi secara bertanggung jawab dan mempersiapkan kemandirian finansial sejak dini.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah memperkuat literasi keuangan di kalangan mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya generasi muda Sulawesi Tenggara yang lebih cerdas mengelola keuangan dan menentukan pilihan investasi.