Pencarian

Pemprov Sultra Anggarkan Rp3 Miliar untuk Dua Ambulans Laut, Akhiri Evakuasi Pasien Pakai Kapal Tradisional

Sabtu, 20 Juni 2026 • 20:51:01 WIB
Pemprov Sultra Anggarkan Rp3 Miliar untuk Dua Ambulans Laut, Akhiri Evakuasi Pasien Pakai Kapal Tradisional
Pemprov Sultra anggarkan Rp3 miliar untuk pengadaan dua ambulans laut.

KENDARI — Kabar baik bagi warga di wilayah kepulauan Sulawesi Tenggara. Pemprov setempat memastikan dua unit ambulans laut akan segera beroperasi untuk melayani rujukan pasien dari pulau terpencil. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp3 miliar.

“Tahun ini Pemprov Sultra mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk pengadaan dua unit ambulans laut,” kata Kepala Dinkes Sultra dr. Andi Edy Surahmat di Kendari, Jumat.

Mengapa Pemprov Baru Menyediakan Ambulans Laut Sekarang?

Selama ini, tenaga kesehatan di puskesmas kepulauan harus berjuang keras merujuk pasien. Mereka menggunakan kapal tradisional milik masyarakat setempat yang tidak dilengkapi peralatan medis darurat. Perjalanan laut yang panjang dan risiko cuaca buruk kerap menghambat evakuasi.

Edy mengaku prihatin dengan perjuangan para nakes di lapangan. “Melihat perjuangan mereka, saya ikut bersedih jika masih ada kritikan sepihak yang diberikan kepada nakes, khususnya mereka yang bertugas di wilayah terpencil,” ujarnya.

Pengelolaan Ambulans Laut: Provinsi atau Kabupaten?

Kendati anggaran sudah dialokasikan, teknis operasional masih menunggu keputusan Gubernur Sultra. Pemerintah daerah masih mengkaji apakah ambulans laut akan dikelola langsung oleh pemprov atau diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota.

Alasannya, terdapat 10 daerah di Sultra yang memiliki fasilitas kesehatan di wilayah pulau terpencil dan terluar. Masing-masing daerah memiliki kebutuhan dan kondisi geografis yang berbeda.

Edy berharap pengadaan ini bisa terus berlanjut. “Mudah-mudahan tahun depan bisa dianggarkan lagi. Harapannya seluruh kabupaten dan kota memiliki ambulans laut sendiri, sehingga tidak ada lagi kabar viral mengenai pasien yang terpaksa dirujuk menggunakan kapal seadanya,” tuturnya.

Dukungan untuk Tenaga Kesehatan di Wilayah 3T

Dalam kesempatan itu, Edy menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para nakes di puskesmas wilayah pulau terpencil. Mereka dinilai sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang rela menempuh perjalanan darat dan laut berjam-jam demi menyelamatkan nyawa pasien.

“Mereka tetap maksimal memberikan perawatan kepada masyarakat meski di tengah keterbatasan fasilitas,” kata Edy. Ia mengimbau masyarakat untuk terus memberikan dukungan moral bagi perjuangan para nakes di lapangan agar mereka dapat bekerja secara maksimal.

Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks