SULAWESI TENGGARA — Kegiatan yang digelar bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu melibatkan puluhan relawan dari perusahaan, pemerintah daerah, dan pemuda setempat. General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU VII Kasim, Hadi Siswanto, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan adalah bagian melekat dari operasional kilang.
“Kilang Kasim berkomitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan alam sekitar. Melalui aksi nyata di Seget ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Pertamina tidak hanya memberikan ketahanan energi bagi tanah Papua, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kelestarian alam dan kesejahteraan lingkungan masyarakat lokal,” ujar Hadi dalam keterangan resmi yang diterima Koreri, Sabtu (20/6).
Potensi Wisata Pantai Wawenagu dan Dukungan Pemerintah Daerah
Hadi menyebut, dengan kondisi alam yang masih asri, Distrik Seget memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pariwisata. Ia optimistis kolaborasi antara industri dan masyarakat bisa mewujudkan Pantai Wawenagu yang bersih dan menarik wisatawan.
“Dengan potensi yang ada, Seget bisa menjadi destinasi pariwisata yang dapat menunjang pendapatan lokal. Semoga kita bersama dapat memajukan potensi-potensi yang dimiliki di Distrik Seget,” tuturnya.
Dukungan penuh datang dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu. Ia menilai langkah konsisten Pertamina menjadi contoh kolaborasi ideal antara sektor industri dan pemerintah dalam menjaga lingkungan di provinsi termuda Indonesia tersebut.
“Kami dari pemerintah provinsi sangat menyambut baik inisiatif Kilang Kasim. Sinergi seperti yang ditunjukkan Pertamina hari ini di Seget adalah model ideal bagaimana industri energi berjalan beriringan dengan komitmen perlindungan hutan, lahan, dan lingkungan pesisir kita,” ucap Julian.
Ajak Pemuda Jadi Garda Terdepan Jaga Alam
Julian secara khusus menantang pemuda-pemudi Seget untuk menjadi agen perubahan yang menjaga wilayah pesisir dan hutan dari kerusakan. Ia menekankan bahwa aksi penanaman mangrove dan bersih pantai tidak boleh berhenti sebagai seremoni belaka.
“Hari ini kita menanam pohon dan membersihkan lingkungan. Saya ingin aksi ini tidak berhenti di sini sebagai seremonial saja. Saya menantang pemuda Seget untuk menjadi garda terdepan, menjadi agen perubahan yang menjaga wilayah pesisir dan hutan kita dari kerusakan. Ko jaga alam, alam jaga ko,” tutupnya.
Bagi Pertamina, program lingkungan di Seget ini merupakan salah satu dari rangkaian inisiatif ESG yang telah dijalankan secara konsisten di sekitar area operasional Kilang Kasim. Perusahaan menargetkan agar kegiatan serupa dapat terus diperluas jangkauannya, sejalan dengan visi Pertamina untuk tumbuh bersama alam dan masyarakat Papua.