KONAWE — Yusran menyatakan pemerintah daerah memilih menangani persoalan dari hulu ketenagakerjaan, bukan sekadar mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Menurutnya, penyiapan keterampilan sejak awal menjadi kunci agar warga Konawe bisa mengisi lowongan yang tersedia di industri sekitar.
"Sebagai kepala daerah saya berpikir lebih kepada hulunya. Bagaimana bisa mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai untuk menjawab kebutuhan industri dan perusahaan," kata Yusran, Sabtu (24/10/2026).
BLK Konawe telah menerima hibah peralatan dari PT Obsidian Stainless Steel (OSS). Bantuan itu berupa peralatan berat berstandar operasional pabrik, termasuk unit loader dan genset 100 kVA.
Selain peralatan berat, BLK menerima peralatan teknis seperti las listrik dan TIG, bor hidrolik, mesin bubut, serta alat ukur presisi. Yusran menilai hibah tersebut bukan bantuan biasa, melainkan penghubung antara pendidikan vokasi dan kebutuhan riil industri.
"Ini bukan bantuan biasa. Ini adalah bridge—jembatan antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan riil industri," ujarnya.
Peserta BLK Konawe juga akan dibekali pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Materi itu disiapkan agar lulusan mampu bersaing di perusahaan luar daerah dan menghadapi investasi yang masuk.
Kuota pelatihan di BLK pada tahun depan ditargetkan mencapai ratusan orang. Yusran menyebut bidang plumbing, sanitasi, dan instalasi listrik sebagai prioritas karena banyak bangunan bernilai miliaran rupiah rusak akibat pengerjaan pipa atau kelistrikan yang tidak profesional.
BLK juga akan membuka pelatihan untuk tukang batu, tukang kayu, dan teknisi listrik. Langkah itu diarahkan mencetak tenaga profesional di sektor konstruksi.
Sejumlah industri investasi dan pabrik di Konawe, ditambah sektor pertambangan hulu dan hilir, membuka peluang kerja bagi pengemudi dan operator. Yusran menyebut peluang itu sebagai hasil komitmen pemerintah daerah bersama pihak swasta.
Ia mencontohkan pekerja di perusahaan multinasional yang telah dilatih bahasa Mandarin dan memiliki kemampuan kerja teruji, bahkan disekolahkan oleh perusahaan. "Ini yang kita harapkan ke depannya," kata Yusran.
Bupati mengajak anak muda Konawe mendaftar ke BLK untuk meningkatkan keterampilan. "Silakan kawan-kawan, adik-adik kalau mau latihan hand up di skill-nya, nanti daftar di BLK Kabupaten Konawe," pungkasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Konawe Ilham Jaya menyatakan puluhan perusahaan yang berinvestasi di Konawe membutuhkan tenaga kerja siap pakai. Perusahaan itu bergerak di bidang perbankan, pertambangan, pembiayaan, hingga UMKM.
Beberapa di antaranya adalah PT SCM di Kecamatan Routa, PT VDNI dan PT OSS di Kecamatan Morosi, serta sejumlah perbankan di Unaaha. Sinergi antara pelatihan BLK dan kebutuhan industri diharapkan menaikkan penyerapan tenaga kerja lokal Konawe.