BUTON TENGAH — Benteng Bombonawulu berdiri di Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah. Situs itu disebut pernah menjadi tempat pertahanan Rumpun Bombonawulu sekaligus bagian dari jejak keberadaan Kerajaan Bombonawulu sebelum berdirinya Kerajaan Buton.
Kunjungan Wa Ode Rabia Al Adawia bersama dua kepala daerah itu berlangsung di lokasi benteng. Bupati Buton Tengah H. Azhari dan Bupati Muna H. Bachrun Labuta turut mendampingi penelusuran jejak sejarah tersebut.
Mengapa Benteng Bombonawulu Penting bagi Sejarah Sultra
Sulawesi Tenggara menyimpan banyak nilai sejarah dan tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya. Peninggalan seperti Benteng Bombonawulu dianggap saksi perjalanan panjang peradaban di jazirah provinsi ini.
Bagi Wa Ode Rabia Al Adawia, mengenal sejarah tidak berhenti pada melihat peninggalan masa lalu. Ada perjalanan, nilai, dan kearifan leluhur yang ikut dipahami di dalamnya.
"Mengenal sejarah bukan sekadar melihat peninggalan masa lalu, tetapi juga memahami perjalanan, nilai, dan kearifan yang diwariskan oleh para leluhur kita," ujarnya.
Harapan agar Generasi Muda Mengenal Warisan Leluhur
Wa Ode Rabia Al Adawia berharap warisan bersejarah seperti Benteng Bombonawulu terus dirawat dan dijaga. Situs itu juga perlu diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak terlupakan.
Upaya pelestarian yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar kekayaan budaya Sulawesi Tenggara tetap hidup. Dengan begitu, peninggalan sejarah tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga kebanggaan bersama warga Buton Tengah dan Sultra.