KENDARI — Ketua Umum Eksekutif Nasional LMND Claudion Kanigia Sare menegaskan posisi kaum muda dalam arena politik nasional. Menurut dia, pemuda tidak cukup hanya mengamati jalannya demokrasi dari pinggir.
"Kaum muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam menentukan masa depan Indonesia. Pemuda harus terlibat aktif dalam proses politik, demokrasi, dan pengambilan kebijakan," kata Claudion di Kendari.
Konsolidasi Organisasi dan Agenda Enam Hari
Dewan Nasional XII digelar di salah satu hotel di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga. Pembukaan berlangsung Jumat (23/10/2026) dan agenda berlanjut hingga 28 Oktober 2026.
Claudion menyebut forum ini menjadi titik penguatan struktur organisasi. Dari situ, LMND merumuskan langkah kaum muda merespons persoalan bangsa.
"Dewan Nasional XII LMND menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan peran kaum muda dalam menjawab berbagai persoalan bangsa," ujarnya.
Hugua Soroti Gotong Royong sebagai Dasar Demokrasi
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua hadir di pembukaan kegiatan. Ia menyoroti keterkaitan demokrasi Indonesia dengan nilai gotong royong.
Hugua merujuk pemikiran Presiden pertama RI Soekarno soal Pancasila, Trisila, hingga gotong royong. Nilai itu menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
"Kepemimpinan bukan hanya soal kekuasaan, tetapi bagaimana mengutamakan kepentingan bersama. Di situlah semangat gotong royong harus diwujudkan," kata Hugua.
Wali Kota dan Kapolresta Turut Hadir
Pembukaan Dewan Nasional XII LMND juga dihadiri Wakil Wali Kota Kendari Sudirman dan Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi'i Nafsikin. Kehadiran keduanya menandai dukungan pemerintah kota dan kepolisian terhadap agenda organisasi mahasiswa tersebut.
Selama enam hari, peserta dari berbagai daerah di Indonesia membahas konsolidasi organisasi serta peran dan kepemimpinan kaum muda. Arah pembahasan diarahkan pada penentuan masa depan Indonesia.