KENDARI — Ancaman terhadap generasi muda di era digital menjadi perhatian utama dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di lingkungan Polda Sulawesi Tenggara. Upacara yang digelar di halaman Mapolda Sultra, Selasa (19/5/2026), tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga penanda dimulainya babak baru kepemimpinan di kepolisian daerah setempat.
Penyambutan Kapolda Baru Bertepatan dengan Harkitnas
Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum, yang memimpin jalannya upacara, menyebut momen ini memiliki arti khusus. “Upacara ini kita gelar karena besok kita akan melakukan penyambutan terhadap Bapak Kapolda baru. Mudah-mudahan menjadi kebangkitan baru buat kita semua,” ujarnya saat membacakan amanat di hadapan para pejabat utama dan personel gabungan.
Tema Harkitnas 2026: Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara
Tema yang diusung tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, dinilai relevan dengan tantangan kontemporer. Wakapolda menekankan bahwa generasi muda merupakan aset utama penentu masa depan bangsa. Oleh karena itu, perlindungan terhadap mereka harus diperkuat, terutama dari pengaruh buruk yang mengintai di ruang digital.
“Ancaman terhadap persatuan bangsa kini tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga melalui penyebaran hoaks, intoleransi, radikalisme, hingga kejahatan transnasional berbasis teknologi,” tegasnya dalam amanat yang dikutip dari Bidhumas Polda Sultra.
Fokus pada Ancaman Narkoba dan Kenakalan Remaja
Dalam kesempatan itu, Wakapolda secara khusus menyoroti bahaya narkoba dan kenakalan remaja yang mengincar anak-anak dan pemuda. Polda Sultra diminta untuk tidak hanya bertindak represif, tetapi juga mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif.
“Polri diharapkan mampu hadir sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun kesadaran hukum dan memperkuat ketahanan generasi muda sebagai tunas bangsa,” lanjut Brigjen Gidion.
Sinergi TNI-Pemda-Tokoh Adat Kunci Stabilitas Sultra
Selain fokus pada generasi muda, Wakapolda juga mengingatkan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Kolaborasi ini dinilai menjadi faktor vital dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sulawesi Tenggara.
Seluruh personel Polda Sultra juga diminta untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik. Deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan harus diperkuat di tengah perkembangan situasi yang dinamis.
Menutup amanatnya, Wakapolda menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran dalam menjaga situasi kamtibmas. “Semoga semangat kebangkitan nasional menjadi motivasi untuk terus bekerja dengan tulus, menjaga kehormatan institusi, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” pungkasnya.