SULAWESI TENGGARA — Guncangan terasa di sebagian wilayah Kabupaten Pidie Jaya sekitar pukul 09.08 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa berlokasi pada koordinat 4.92 Lintang Utara dan 96.06 Bujur Timur, tepatnya di darat 25 kilometer barat daya Kabupaten Pidie Jaya.
"Kedalaman gempa 6 km," tulis BMKG dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Kamis.
Pusat Gempa di Darat, Warga Diminta Tenang
Kedalaman hiposenter yang hanya 6 kilometer mengindikasikan gempa ini termasuk kategori gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake). Gempa jenis ini biasanya disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di darat dan getarannya bisa terasa cukup kuat meski magnitudonya kecil.
BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang bisa terjadi secara tiba-tiba.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Pemerintah daerah setempat masih melakukan pemantauan di titik-titik yang diperkirakan merasakan guncangan paling kuat.
Wilayah Pidie Jaya sendiri merupakan salah satu daerah di Aceh yang cukup rawan gempa. Pada Desember 2016 lalu, gempa berkekuatan Magnitudo 6,5 sempat mengguncang kawasan ini dan menimbulkan kerusakan parah serta korban jiwa yang tidak sedikit.
Imbauan BMKG: Hindari Bangunan Retak
BMKG mengimbau warga agar tidak panik, tetapi tetap waspada. Masyarakat diminta menghindari bangunan yang sudah retak atau rusak sebelum dipastikan benar-benar aman. Jika terjadi guncangan lebih besar, warga disarankan segera keluar rumah dan berlindung di tempat terbuka yang jauh dari tiang listrik atau pohon tinggi.
"Pastikan informasi hanya bersumber dari BMKG yang terverifikasi. Jangan mudah percaya pada isu atau informasi yang tidak jelas asal-usulnya," demikian pernyataan BMKG dalam siaran resminya.