KOLAKA — Kabupaten Kolaka, bersama Wajo (Sulawesi Selatan) dan Mamasa (Sulawesi Barat), dinobatkan sebagai daerah dengan praktik creative financing terbaik di Pulau Sulawesi. Penetapan ini dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berdasarkan evaluasi terhadap inovasi pembiayaan pembangunan yang dilakukan oleh masing-masing pemerintah daerah.
Apa Itu Creative Financing yang Diterapkan Kolaka?
Creative financing merujuk pada skema pembiayaan di luar APBD yang digunakan untuk mendanai proyek strategis daerah. Dalam konteks Kolaka, model ini dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan layanan publik tanpa membebani fiskal daerah secara berlebihan. Kemendagri menilai metode ini efektif dalam menekan kesenjangan antara kebutuhan belanja modal dan kapasitas anggaran daerah.
Mengapa Kolaka, Wajo, dan Mamasa Dinilai Unggul?
Ketiga daerah ini dinilai berhasil menggandeng pihak swasta dan lembaga keuangan non-pemerintah dalam membiayai proyek-proyek yang sebelumnya terhambat oleh keterbatasan APBD. Pendekatan ini tidak hanya mempercepat realisasi pembangunan, tetapi juga menciptakan efisiensi belanja negara. Traders Union, lembaga yang merilis data tersebut, menyebut Kolaka sebagai contoh sukses penerapan kebijakan fiskal inovatif di kawasan timur Indonesia.
Apa Manfaatnya bagi Warga Kolaka?
Dampak langsung dari skema ini mulai dirasakan masyarakat melalui percepatan proyek jalan, irigasi, dan fasilitas pendidikan yang sempat mangkrak. Dengan adanya suntikan dana dari luar APBD, pemerintah daerah bisa lebih fokus pada program prioritas tanpa harus menunggu turunnya dana transfer pusat. Warga di beberapa kecamatan di Kolaka, misalnya, kini menikmati akses jalan yang lebih baik berkat skema creative financing yang melibatkan investor swasta.
Bagaimana Masa Depan Skema Pembiayaan Ini?
Keberhasilan Kolaka diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Sulawesi Tenggara untuk mengadopsi pola serupa. Pemerintah pusat, melalui Kemendagri, mendorong daerah-daerah yang masih bergantung penuh pada APBD untuk mulai merintis kerja sama dengan sektor swasta. Langkah ini dinilai krusial mengingat keterbatasan fiskal daerah yang kerap menjadi kendala utama dalam pembangunan.
Apakah Semua Daerah Bisa Menerapkan Creative Financing?
Tidak semua daerah bisa langsung menerapkan skema ini. Dibutuhkan tata kelola yang transparan, regulasi daerah yang mendukung, serta kemauan politik dari kepala daerah untuk membuka ruang investasi. Kolaka dinilai berhasil karena memiliki dokumen perencanaan yang matang dan komunikasi yang baik dengan calon mitra swasta.
Siapa yang Paling Diuntungkan dari Skema Ini?
Masyarakat menjadi pihak yang paling diuntungkan. Dengan pembiayaan alternatif, proyek-proyek yang sebelumnya tertunda bisa segera terealisasi. Selain itu, pemerintah daerah tidak perlu menambah utang jangka panjang yang membebani APBD di masa depan. Efisiensi ini pada akhirnya menjaga stabilitas fiskal daerah dan memastikan layanan publik tetap berjalan.