KENDARI — Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Gubernur Sultra, Senin. Di hadapan para pejabat dan aparatur sipil negara, ia menyebut ideologi negara ini adalah identitas Indonesia yang abadi.
“Hari ini adalah hari lahirnya Pancasila, artinya lahirnya ideologi negara. Menurut saya, inilah identitas Indonesia yang akan selalu abadi,” kata Hugua usai upacara.
Nilai Pancasila Diwariskan Lewat Pola Asuh Keluarga
Hugua mengakui tantangan terbesar saat ini adalah generasi muda yang dinilai semakin jauh dari pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila. Namun, ia optimistis nilai-nilai itu masih terpelihara melalui pola asuh dan pendidikan di lingkungan keluarga.
“Walaupun ajaran Pancasila mungkin tidak lagi diajarkan secara masif seperti dulu, saya percaya nilai-nilai itu masih diwariskan oleh orang tua. Ideologi ini sesungguhnya adalah budaya yang hidup dalam hati sanubari bangsa Indonesia,” ucapnya.
Tantangan Era Digital: Generasi Muda Perlu Filter Informasi
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sultra Adrian menambahkan, peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat membawa tantangan tersendiri dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
“Kami berharap nilai-nilai luhur Pancasila terus hidup di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum. Sosialisasi harus terus dilakukan, terutama kepada generasi muda karena tantangan ke depan semakin besar,” ujar Adrian.
Ia menekankan generasi muda perlu dibekali pemahaman yang kuat agar mampu menyaring berbagai informasi yang diterima. “Mulai dari semangat gotong royong, menghargai perbedaan, hingga menjaga toleransi antarumat beragama,” tegasnya.
Mengapa Pancasila Disebut Fondasi Perdamaian Dunia?
Hugua menjelaskan, kekuatan ideologi Pancasila menjadi modal besar bagi Indonesia untuk terus berkembang menjadi bangsa yang maju dan disegani di kancah dunia. Nilai-nilai seperti persatuan, mengutamakan kepentingan umum, dan menjunjung tinggi toleransi harus terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita percaya Indonesia akan selalu ada dan menjadi negara yang hebat ke depan karena memiliki ideologi yang begitu kuat dan mantap,” ujarnya.
Adrian menambahkan, nilai-nilai tersebut menjadi faktor utama yang mempersatukan bangsa Indonesia sekaligus fondasi dalam mewujudkan perdamaian dunia. Ia berharap semangat Pancasila terus membumi di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara.