Pencarian

Kevin Diks Akui Jay Idzes Tak Tergantikan, Bek Timnas Indonesia Siap Ambil Tanggung Jawab Lebih Besar

Jumat, 05 Juni 2026 • 05:43:31 WIB
Kevin Diks Akui Jay Idzes Tak Tergantikan, Bek Timnas Indonesia Siap Ambil Tanggung Jawab Lebih Besar
Kevin Diks mengakui peran tak tergantikan Jay Idzes di lini pertahanan Timnas Indonesia.

SULAWESI TENGGARA — Jakarta – Timnas Indonesia akan menghadapi Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (5/6/2026), tanpa nyawa pertahanan mereka. Patrick Kluivert dipaksa merombak komposisi bek setelah Jay Idzes, kapten sekaligus pilar Venezia, dipastikan absen karena cedera.

Bukan hanya soal kemampuan bertahan, absennya Idzes menghilangkan figur pemimpin alami di lapangan. Namun, skuad Garuda menolak larut dalam situasi ini. Momentum menuju agenda berikutnya tak boleh terganggu oleh absennya satu pemain.

Diks: Pemimpin Sejati yang Sulit Dicari Penggantinya

Bek Borussia Mönchengladbach, Kevin Diks, menjadi salah satu pemain yang angkat bicara. Ia mengakui apa yang dikatakan pelatih: Idzes memang tak tergantikan.

"Saya pikir apa yang dikatakan pelatih juga benar, saya sudah melihat bahwa Jay tidak tergantikan. Dia seseorang yang memimpin tim secara alami, dia sudah melakukannya sejak lama. Kami merindukannya," ujar Diks.

Meski kehilangan figur sentral, pemain berusia 29 tahun itu menegaskan tim tak punya pilihan selain melangkah maju. Menurutnya, ini jadi ajang pembuktian bagi pemain lain, termasuk dirinya sendiri.

"Tapi kali ini kami harus melakukannya tanpa dia dan kami punya banyak pemain yang bisa menunjukkan kemampuan mereka sekarang. Tentu saja kami kehilangan pemimpin kami, tapi orang lain harus melangkah maju, termasuk saya," tegas Diks.

Bantu Matthew Baker Beradaptasi, Diks Ingat Masa Muda

Selain soal Idzes, Diks menyoroti kehadiran Matthew Baker di pemusatan latihan. Pemain muda itu mulai mendapat kesempatan berlatih bersama skuad senior dan menarik perhatian staf pelatih.

Diks melihat potensi besar dalam diri Baker. Ia bahkan mengaku teringat masa-masa awalnya menembus sepak bola profesional di usia yang sama.

"Soal Matthew, saya pikir dia anak muda yang baik dengan banyak potensi. Saya bisa melihat sejak hari pertama apa yang dilihat pelatih padanya," kata Diks.

"Ketika saya menembus sepak bola profesional, saya juga berusia 17 tahun, jadi saya bisa memahami situasinya, dari mana dia berasal."

Meski berusaha membantu, Diks memilih tidak memberi tekanan berlebihan kepada Baker. Menurutnya, perkembangan pemain muda butuh waktu dan proses yang tak bisa dipaksakan.

"Saya berbicara dengannya beberapa kali tapi saya tidak ingin memberinya terlalu banyak tekanan. Sejujurnya, dia punya banyak waktu," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: bola.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks