Pencarian

Gangguan Listrik Mendominasi 418 Aduan Call Center 112 Kendari Selama Mei 2026, BPBD Terima Laporan Terbanyak

Jumat, 05 Juni 2026 • 19:31:31 WIB
Gangguan Listrik Mendominasi 418 Aduan Call Center 112 Kendari Selama Mei 2026, BPBD Terima Laporan Terbanyak
Warga Kendari dominasi aduan gangguan listrik ke Call Center 112 selama Mei 2026.

KENDARI — Gangguan pasokan dan jaringan listrik PLN mendominasi laporan warga ke Call Center 112 Kota Kendari sepanjang Mei 2026. Dari total 418 aduan yang masuk, sebanyak 113 laporan atau sekitar 27 persen berkaitan dengan persoalan kelistrikan.

Kepala Diskominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengatakan laporan lainnya meliputi banjir di kawasan permukiman, permintaan pemasangan dan perbaikan lampu jalan, penebangan pohon, pohon tumbang, hingga bantuan sosial. "Laporan yang masuk kami teruskan ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti," ujarnya, Jumat (5/6/2026).

BPBD Terima 73 Laporan, Baru 62 Persen Tuntas

Berdasarkan data Diskominfo, BPBD menerima aduan terbanyak dengan 73 laporan. Dari jumlah tersebut, baru 45 laporan atau sekitar 62 persen yang berhasil diselesaikan. Sisanya masih dalam proses penanganan.

PLN tercatat menerima 64 laporan, disusul Damkar 45 laporan, Dinas Perhubungan 39 laporan, dan Dinas Sosial 38 laporan. Instansi lain yang turut menerima aduan antara lain DLHK, PUPR, Polres, Satpol PP, Dinas Kesehatan, PDAM, hingga sejumlah kecamatan di Kota Kendari.

Damkar dan Satpol PP Tuntaskan 100 Persen Laporan

Dua instansi mencatat kinerja sempurna dalam menangani aduan warga. Dinas Pemadam Kebakaran berhasil menyelesaikan seluruh 45 laporan yang masuk, sementara Satpol PP juga menuntaskan 11 laporan tanpa sisa.

Dinas Sosial mencatat capaian tinggi dengan menyelesaikan 37 dari 38 laporan atau sekitar 97 persen. Dinas Kesehatan menuntaskan tiga dari empat laporan yang diterima.

DLHK dan PUPR Masih Hadapi Tumpukan Aduan

Di sisi lain, sejumlah instansi masih bergelut dengan penyelesaian laporan. DLHK baru menuntaskan enam dari 30 aduan yang diterima atau sekitar 20 persen. Dinas Perhubungan hanya menyelesaikan satu dari 39 laporan, sedangkan PUPR belum menyelesaikan satu pun dari 26 laporan yang masuk hingga akhir Mei 2026.

Pada tingkat kewilayahan, Kecamatan Kendari Barat menerima 17 laporan dan berhasil menyelesaikan tiga di antaranya. Sementara Kecamatan Wua-Wua, Kendari, Mandonga, dan Nambo masih mencatat seluruh laporan dalam status belum selesai.

77 Persen Panggilan Valid, 903 Panggilan Iseng dan Salah Sambung

Selain mencatat jumlah aduan, layanan 112 menerima total 3.971 panggilan selama Mei 2026. Sebanyak 3.068 panggilan atau 77 persen tergolong valid, sedangkan 903 panggilan lainnya merupakan panggilan tidak valid, termasuk panggilan iseng dan salah sambung.

"Kami meminta masyarakat menggunakan layanan ini dengan bijak, sebab layanan ini digunakan untuk kegawatdaruratan," pungkas Sahuriyanto.

Data tersebut sekaligus menjadi gambaran berbagai persoalan infrastruktur dasar dan lingkungan yang masih dihadapi warga Kota Kendari. Laporan yang masuk melalui Call Center 112 juga menjadi indikator penting dalam mengukur respons dan kinerja instansi pelayanan publik terhadap kebutuhan warga.

Bagikan
Sumber: radarkendari.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks