Pencarian

Pemkot Kendari Buka Akses Kerja ke Luar Negeri untuk Tekan Angka Pengangguran, Target 227 Pendaftar

Jumat, 12 Juni 2026 • 11:19:31 WIB
Pemkot Kendari Buka Akses Kerja ke Luar Negeri untuk Tekan Angka Pengangguran, Target 227 Pendaftar
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, membuka akses kerja ke luar negeri untuk menekan angka pengangguran.

KENDARI — Pemerintah Kota Kendari mulai membuka akses kerja ke luar negeri sebagai strategi baru menekan angka pengangguran di daerah. Langkah ini disiapkan khusus bagi lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi yang ingin bekerja sebagai tenaga terampil di pasar global.

Komitmen itu mengemuka dalam audiensi antara Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, dan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara, La Ode Askar, Kamis (11/6/2026). Pertemuan itu membahas sinergi program penempatan tenaga kerja terampil ke luar negeri yang menjadi bagian dari agenda pemerintah pusat.

Sudirman menilai program ini bisa menjadi solusi pengangguran yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa bekerja di luar negeri bukan sekadar menjadi pekerja migran seperti stigma yang berkembang.

“Ini bagian dari program kerja kita tahun 2026. Yang perlu dibangun sekarang adalah bagaimana masyarakat memahami bahwa bekerja di luar negeri bukan sekadar menjadi pekerja migran seperti stigma yang berkembang selama ini, tetapi menjadi tenaga kerja terampil yang memiliki keahlian dan pengalaman internasional,” ujar Sudirman.

Pelatihan Kompetensi dan Bahasa Asing Jadi Syarat Utama

Peserta yang mengikuti program resmi akan memperoleh pelatihan dan peningkatan kompetensi sebelum diberangkatkan. Dengan bekal tersebut, tenaga kerja diharapkan memiliki daya saing yang lebih baik sekaligus pengalaman yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke Indonesia.

Kepala BP3MI Sulawesi Tenggara, La Ode Askar, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari agenda nasional melalui program SMK Go Global. Pemerintah menargetkan penempatan 500 ribu tenaga kerja Indonesia ke luar negeri secara bertahap hingga tahun 2029, dengan target sekitar 40 ribu tenaga kerja pada tahun 2026.

“Selama ini banyak masyarakat berminat bekerja ke luar negeri, tetapi terkendala kompetensi dan biaya pelatihan. Karena itu negara hadir untuk memberikan pelatihan kepada calon pekerja migran agar mereka siap bersaing di pasar kerja global,” jelasnya.

Minat Masyarakat Masih Rendah, Baru 227 Pendaftar

La Ode Askar mengungkapkan bahwa minat masyarakat Sulawesi Tenggara terhadap program tersebut masih relatif rendah. Berdasarkan pendataan sejak akhir 2025 hingga Mei 2026, jumlah pendaftar yang menyatakan minat bekerja ke luar negeri baru mencapai 227 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Farida Agustina, menyebut tantangan terbesar saat ini adalah mengubah persepsi masyarakat yang masih ragu bekerja di luar negeri. Pemerintah akan memperkuat edukasi melalui penyebaran informasi dan kisah sukses pekerja migran yang berhasil meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Sosialisasi Digencarkan Lewat Medsos hingga Car Free Day

Pemerintah Kota Kendari berencana memperkuat sosialisasi melalui berbagai saluran komunikasi, baik secara digital maupun tatap muka. Penyebaran informasi akan dilakukan melalui media sosial, kegiatan di tingkat kecamatan dan kelurahan, hingga kegiatan publik seperti Car Free Day.

Ke depan, kerja sama antara pemerintah daerah, BP3MI, perusahaan penempatan pekerja migran, serta lembaga pelatihan kerja akan ditindaklanjuti melalui pertemuan lanjutan dan penyusunan nota kesepahaman. Hal ini guna mendukung penyiapan tenaga kerja terampil untuk pasar global.

Bagikan
Sumber: sultrakini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks