SULAWESI TENGGARA — Personel gabungan yang dipimpin langsung IPDA Suwarsito bersama AIPTU Priyo Suryanto dan AIPTU Wahyu Dedi turun ke lapangan untuk memastikan aktivitas pengisian bahan bakar tetap kondusif. Fokus utama pengamanan adalah mengantisipasi potensi gesekan di tengah meningkatnya volume kendaraan yang mengantre, terutama setelah kebijakan harga baru berlaku.
Antrean Panjang hanya di Jalur Pertalite Motor
Hasil pengamatan petugas di lokasi menunjukkan kondisi yang kontras. Jalur pengisian Pertamax untuk mobil terpantau normal tanpa lonjakan antrean berarti. Sebaliknya, antrean panjang justru terjadi di jalur pengisian BBM subsidi jenis Pertalite yang dikhususkan untuk sepeda motor, dengan tumpukan kendaraan mencapai sekitar 30 unit.
Meskipun volume kendaraan meningkat drastis, IPDA Suwarsito menegaskan bahwa seluruh aktivitas berjalan tertib. Tidak ada laporan mengenai gesekan atau keributan antar pengendara selama proses pengisian berlangsung. Petugas juga memastikan stok BBM di SPBU Bibis Raya masih dalam batas aman untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat sekitar.
SPBU Lain Tutup Lebih Awal, Polisi Perketat Patroli
Situasi berbeda terjadi di wilayah hukum lainnya. SPBU Kadipiro, Ngestiharjo, Kasihan, dilaporkan telah menutup operasionalnya sejak pukul 21.00 WIB. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi pihak kepolisian untuk mengantisipasi perpindahan massa pengendara ke SPBU yang masih buka.
"Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan proses transisi penyesuaian harga BBM non-subsidi berjalan kondusif tanpa hambatan. Kami melihat ada sedikit kenaikan volume kendaraan pada jalur Pertalite motor, namun situasi secara umum di SPBU Bibis Raya ini dipastikan aman, tertib, dan terkendali berkat kesadaran bersama dari para pengendara," ujar IPDA Suwarsito di sela-sela pemantauan.
Pengawasan Berkala Digalakkan untuk Cegah Kepanikan
IPDA Suwarsito menambahkan bahwa pengawasan berkala akan terus digalakkan guna memastikan masyarakat tetap terlayani dengan baik. Pihaknya mengapresiasi sikap kooperatif para pengendara yang tetap sabar mengantre selama proses pengisian bahan bakar berlangsung.
Kegiatan pengamanan dan monitoring ini menjadi bukti kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman optimal. Polisi berupaya mengantisipasi segala potensi gangguan keamanan yang bisa timbul akibat dinamika aktivitas masyarakat di area pompa bensin pasca-penyesuaian harga komoditas energi tersebut.