Pencarian

Hands-on Mitsubishi Eclipse Sportback EV Prototype: Kabinnya Ternyata Mirip Nissan Leaf

Senin, 17 Agustus 2026 • 23:17:31 WIB
Hands-on Mitsubishi Eclipse Sportback EV Prototype: Kabinnya Ternyata Mirip Nissan Leaf
Prototipe Mitsubishi Eclipse Sportback EV menampilkan kabin yang mirip dengan Nissan Leaf.

SULAWESI TENGGARA — Kita baru saja mendapat kesempatan melihat langsung foto-foto interior dari prototipe Mitsubishi Eclipse Sportback EV yang dijadwalkan rilis sebagai model 2027. Yang langsung mencolok bukanlah desain futuristik atau layar raksasa, melainkan kemiripan ekstrem dengan kabin Nissan Leaf. Buat yang sudah familiar dengan Leaf, dashboard, posisi ventilasi, sampai tata letak tombolnya terasa seperti pulang ke rumah.

Ini bukan kabar buruk. Arsitektur yang sudah terbukti biasanya lebih matang secara ergonomis. Tapi untuk segmen EV yang kini ramai dengan desain kabin inovatif, langkah Mitsubishi ini terasa konservatif. Pertanyaannya, apakah pendekatan "aman" ini cukup untuk menarik pembeli yang sudah dimanjakan oleh pesaing seperti Hyundai Ioniq 5 atau BYD Atto 3?

Identitas Mitsubishi: Logo di Setir dan Sentuhan Akhir

Pembeda paling jelas antara kabin Eclipse Sportback dan Leaf terletak pada logo tiga berlian di tengah setir. Selain itu, ubahan yang dilakukan Mitsubishi tergolong minim. Material dan pola jahitan di beberapa panel mungkin sedikit berbeda, tetapi secara keseluruhan, ini adalah kabin yang sudah kita kenal selama satu dekade terakhir.

Keputusan ini mengindikasikan strategi yang pragmatis. Dengan berbagi komponen interior secara masif, Mitsubishi bisa menekan biaya produksi. Efisiensi ini idealnya diteruskan ke harga jual yang kompetitif. Namun, di sisi lain, konsumen yang membayar puluhan juta rupiah lebih untuk logo Mitsubishi mungkin berharap ada lebih banyak perbedaan dari sekadar emblem di setir.

Dua Layar: Cluster Digital dan Sentral Touchscreen

Sesuai standar EV modern, Eclipse Sportback tetap menyediakan dua layar. Ada digital instrument cluster di belakang setir dan satu layar sentuh utama di tengah untuk sistem infotainment. Keduanya tersemat rapi dalam satu panel menyatu, memberikan ilusi desain yang lebih modern daripada Leaf generasi sebelumnya.

Sayangnya, dari foto yang beredar, belum terlihat jelas ukuran layar atau versi software yang digunakan. Kemungkinan besar Mitsubishi akan membenamkan sistem terbaru mereka, tetapi kita belum bisa memastikan responsivitas dan kelengkapan fiturnya. Ini adalah salah satu poin yang paling kami tunggu untuk diuji langsung pada unit produksi akhir.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Kemiripan dengan Leaf bukan hanya soal estetika, tetapi juga bisa berarti platform teknis yang sama. Jika Mitsubishi memakai basis yang sama, kita bisa berekspektasi soal ruang kabin yang lega dan posisi duduk yang nyaman. Namun, hal itu juga berarti kita harus melihat apakah ada peningkatan pada sektor pengisian daya atau efisiensi baterai dibandingkan Leaf.

  • Potensi Kelebihan: Ergonomi sudah teruji, komponen mudah dicari, biaya produksi efisien yang bisa membuat harga jual lebih bersahabat.
  • Potensi Kekurangan: Desain kurang segar, teknologi kabin berisiko terasa tertinggal dari pesaing sekelas, nilai jual kembali yang belum jelas.
  • Yang Perlu Diuji: Kualitas material akhir, sistem infotainment terbaru, jarak tempuh real-world, dan perilaku berkendara.

Verdict Awal: Menunggu Bukti di Jalan Raya

Sebagai kesan pertama, interior Eclipse Sportback EV ini adalah pilihan yang aman, bahkan cenderung datar. Ini bukan desain yang akan membuat orang berhenti dan menoleh. Namun, jika Mitsubishi berhasil memposisikan mobil ini sebagai EV yang paling terjangkau di kelasnya dengan fitur keselamatan yang lengkap, pendekatan konservatif ini bisa jadi justru strategi yang cerdas.

Kita masih harus menunggu detail spesifikasi resmi, terutama soal baterai, motor listrik, dan fitur keselamatan aktif. Yang jelas, Mitsubishi tidak sedang bermain aman di sektor harga. Mereka sepertinya ingin bersaing langsung di segmen yang paling ramai, dan itu berarti eksekusi di lapangan harus sempurna. Uji berkendara pertama akan menjadi penentu apakah mobil ini layak masuk daftar beli Anda atau tidak.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: caranddriver.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks