BOMBANA — Nelayan itu dilaporkan hilang saat buang air besar di laut menggunakan pelampung gabus pada Jumat sekitar pukul 18.45 Wita. Kapal tempatnya bekerja bersama juragan H. Daeng Gassing dan 10 anak buah kapal (ABK) lainnya tengah menarik jaring ikan di lokasi kejadian.
Kronologi: Izin Buang Air Besar, Lalu Tak Kembali
Sekitar pukul 19.30 Wita, seluruh jaring berhasil ditarik ke atas kapal. Juragan kapal lalu menyalakan mesin dan mencari keberadaan korban. Namun, hingga tengah malam, upaya pencarian awal yang dilakukan kru kapal Pa’gae dan longboat tak membuahkan hasil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan operasi dilanjutkan sejak pukul 07.00 Wita, Minggu (7/6/2026). “Masing-masing tim melakukan penyisiran di dua lokasi berbeda dengan luas area pencarian masing-masing 20 NM²,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Unsur SAR dan Peralatan yang Dikerahkan
Operasi SAR ini melibatkan KPP Kendari, Pos SAR Kolaka, Polsek Poleang Timur, Polair Bombana, Pos AL Bombana, serta kru kapal Pa’gae, kru longboat, dan masyarakat setempat. Sejumlah alat utama seperti Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal Pa’gae, dan longboat dikerahkan. Peralatan medis, evakuasi, serta komunikasi pendukung juga disiagakan.
Kondisi Cuaca di Lokasi Pencarian
Berdasarkan data BMKG, cuaca di perairan Bombana pada hari ini terpantau cerah. Kecepatan angin tercatat 18,5 km/jam dari arah timur dengan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter. Kondisi ini dinilai cukup mendukung bagi tim untuk memperluas area penyisiran.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berada di lapangan. Pihak KPP Kendari menyatakan akan terus memperbarui perkembangan operasi pencarian terhadap nelayan yang hilang tersebut.