SULAWESI TENGGARA — Hasil imbang kontra RD Kongo membuat Portugal tertahan di peringkat ketiga Grup K. Roberto Martinez kini butuh respons cepat dari skuadnya. Kegagalan meraih tiga poin lawan Uzbekistan bisa memperumit jalan Selecao das Quinas menuju babak selanjutnya.
Gol Joao Neves Buyar, Performa Ronaldo Jadi Sorotan
Portugal sebenarnya memulai laga perdana dengan sempurna. Gol Joao Neves pada menit keenam membawa mereka unggul cepat. Namun, keunggulan itu lenyap setelah Yoane Wissa mencetak gol penyeimbang untuk RD Kongo.
Yang lebih mengkhawatirkan, kapten Cristiano Ronaldo yang kini berusia 41 tahun bermain penuh 90 menit tanpa memberikan dampak signifikan. Ia melepaskan tiga percobaan, tetapi tidak satu pun mengarah ke gawang. Catatan ini memperpanjang tren kurang tajam sang megabintang di Piala Dunia—gol terakhirnya terjadi saat melawan Ghana pada fase grup 2022.
Uzbekistan Incar Poin Perdana Usai Debut Pahit
Di sisi lain, Uzbekistan menjalani debut Piala Dunia 2026 dengan kekalahan 1-3 dari Kolombia. Tim asuhan Fabio Cannavaro kesulitan total di babak pertama. Mereka bahkan tidak mencatat satu sentuhan pun di kotak penalti lawan. Expected goals Uzbekistan saat itu hanya 0,02—salah satu yang terendah di fase grup.
Meski kalah, ada momen bersejarah bagi White Wolves. Gol pertama mereka di Piala Dunia lahir lewat sundulan Abbosbek Fayzullaev memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Sayangnya, skor imbang hanya bertahan lima menit sebelum Luis Diaz memastikan kemenangan Kolombia.
Head-to-Head Perdana, Statistik Tak Pihak Portugal
Laga ini menjadi pertemuan pertama kedua negara. Namun, catatan Portugal melawan wakil Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di Piala Dunia kurang meyakinkan. Portugal belum meraih kemenangan dalam dua laga terakhir mereka melawan tim Asia di turnamen ini.
Bagi Uzbekistan, kekalahan kedua akan memastikan langkah mereka terhenti lebih awal. Sementara Portugal, hasil imbang atau kalah bisa membuat posisi mereka kritis di grup yang juga dihuni Kolombia dan RD Kongo. Laga ini bukan sekadar soal tiga poin, melainkan harga diri dan nasib di turnamen paling bergengsi dunia.