BAUBAU — Pemerintah Kota Baubau memastikan gelontoran dana segar senilai Rp30 miliar dari pemerintah pusat untuk sektor pertanian pada tahun ini. Bantuan tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur irigasi dan pengadaan alat pertanian guna mengantisipasi ancaman El Nino yang diperkirakan terjadi pada Juni hingga Agustus 2026.
Dana Rp28 Miliar untuk Sumur Bor Kapasitas Besar
Komponen terbesar dalam paket bantuan ini adalah pembangunan tujuh unit jaringan irigasi air tanah (JIAT) senilai sekitar Rp28 miliar. Proyek yang masih dalam tahap lelang ini akan dikerjakan oleh badan usaha milik negara (BUMN).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertan) Baubau, Ibnu Wahid, menjelaskan JIAT tersebut menggunakan sumur bor berkapasitas besar untuk menjamin ketersediaan air di lahan pertanian saat musim kemarau. "Lokasi pembangunan tersebar di beberapa wilayah, yakni Kecamatan Bungi, Lea-Lea, Sorawolio, serta Kecamatan Betombari, tepatnya di Kelurahan Waborobo," ujarnya, Minggu (21/6/2026).
Dua Proyek Irigasi Lain dan Alsintan Rp1,6 Miliar
Selain tujuh unit JIAT, pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran Rp600 juta untuk pembangunan dam parit, irigasi perpompaan, dan jaringan irigasi air tanah. Program ini dikelola langsung oleh kelompok tani melalui mekanisme swakelola. "Jadi dananya dari Kementerian langsung ke kelompok tani. Kemarin kita sudah urus di BRI untuk penyaluran dananya," kata Ibnu.
Infrastruktur lainnya mencakup pembangunan dua unit jaringan irigasi air tanah senilai Rp2 miliar yang telah berjalan di Kelurahan Kampeonaho dan Kaisabu. Sementara itu, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai Rp1,6 miliar juga telah diterima untuk mendukung mekanisasi pertanian di Baubau.
Program ini juga mencakup pembangunan enam titik jaringan irigasi tersier serta jaringan irigasi sekunder untuk mendistribusikan air hingga ke areal persawahan.
Target Produksi: dari 5 Ton Jadi 8-9 Ton per Hektare
Ibnu Wahid menuturkan, rata-rata produksi padi di Baubau saat ini mencapai sekitar 5 ton per hektare. Dengan tambahan infrastruktur irigasi dan pengembangan program penangkaran benih unggul bagi petani, pihaknya optimistis produksi bisa meningkat hingga 8-9 ton per hektare.
Pada 2025, produksi padi sawah di Baubau tercatat mencapai 12.400 ton. Namun, kondisi cuaca ekstrem saat masa panen diperkirakan memengaruhi hasil produksi tahun ini. "Meski demikian, ancaman El Nino yang diperkirakan terjadi pada Juni hingga Agustus kami yakin dapat diantisipasi dengan bertambahnya infrastruktur irigasi yang tersedia," ujar Ibnu.
Bagaimana mekanisme penyaluran dana ke petani?
Dana dari Kementerian langsung disalurkan ke rekening kelompok tani melalui mekanisme swakelola. Pemkot Baubau melalui Dinas Pertanian telah mengurus administrasi di BRI untuk memastikan pencairan berjalan lancar.
Di mana saja lokasi pembangunan irigasi baru?
Proyek irigasi tersebar di empat kecamatan: Bungi, Lea-Lea, Sorawolio, dan Betombari (Kelurahan Waborobo). Dua unit JIAT tambahan juga dibangun di Kelurahan Kampeonaho dan Kaisabu.
Apa dampak bantuan ini bagi petani Baubau?
Petani akan mendapat pasokan air yang lebih stabil melalui sumur bor kapasitas besar dan jaringan irigasi baru, terutama saat musim kemarau. Ditambah dengan alsintan dan benih unggul, produktivitas diharapkan naik dari 5 ton menjadi 8-9 ton per hektare.