BAUBAU — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Baubau, Abdul Waris, mengungkapkan bahwa rasio antara jumlah warga binaan dan petugas saat ini sangat timpang. Kondisi itu menjadi tantangan utama dalam menjalankan tugas pemasyarakatan di kota tersebut.
“Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Lapas Baubau tetap mengoptimalkan pelaksanaan tugas pada empat aspek utama, yakni pembinaan dan layanan dasar, keamanan dan ketertiban, fasilitas serta sarana prasarana, serta penguatan kerja sama,” jelas Abdul Waris dalam forum evaluasi yang digelar secara terpusat.
Empat Sektor Pembinaan yang Jalan Terus
Abdul memaparkan, pada sektor pembinaan, program berjalan secara berkesinambungan. Mulai dari pembinaan kerohanian, jasmani, literasi, pendidikan formal, hingga kemandirian melalui kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Lapas Baubau juga terus mengembangkan program ketahanan pangan dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari upaya pembinaan keterampilan dan peningkatan produktivitas,” tambahnya.
Program Aksi Menteri dan Realisasi Anggaran
Dalam paparannya, Abdul juga menjelaskan implementasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dijalankan sejak awal tahun. Program ini menjadi bentuk dukungan terhadap transformasi sistem pemasyarakatan nasional.
Realisasi anggaran Semester I 2026 turut disampaikan. Namun, sejumlah kendala masih membayangi, antara lain tingginya overkapasitas hunian, keterbatasan sumber daya manusia, serta kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana.
Apa Saja Kendala Utama Lapas Baubau?
Overkapasitas menjadi isu paling krusial. Jumlah warga binaan yang jauh melampaui daya tampung membuat pengelolaan keamanan dan pembinaan menjadi tidak optimal. Keterbatasan petugas memperparah situasi, mengingat tugas pengawasan dan pembinaan membutuhkan rasio ideal antara pengawas dan warga binaan.
Kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana juga menjadi catatan penting. Tanpa dukungan fasilitas yang memadai, program pembinaan keterampilan dan ketahanan pangan sulit diperluas.
Komitmen ke Depan: Profesional dan Akuntabel
Melalui forum evaluasi tersebut, Abdul Waris menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kinerja. Pihaknya berjanji memperkuat pelayanan kepada warga binaan serta mendukung penuh kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Targetnya, sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pembinaan bisa terwujud meski di tengah keterbatasan.