KENDARI — Edukasi menyasar anak-anak yang berada di sekitar Pos Lalu Lintas MTQ Kendari. Personel Ditlantas Polda Sultra memperkenalkan aturan lalu lintas dengan cara humanis, bukan lewat ceramah kaku.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya berhati-hati saat berada di lingkungan jalan. Anak-anak juga diajak memahami bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata tugas polisi.
Mengapa Anak-Anak Jadi Sasaran Edukasi?
Ditlantas Polda Sultra menilai usia dini adalah fase paling tepat untuk menanamkan disiplin berlalu lintas. Kebiasaan yang dibentuk sejak kecil dinilai lebih tahan lama dibanding sosialisasi yang baru diberikan saat seseorang mulai mengemudi.
Pendekatan yang dipakai bersifat edukatif dan preventif. Polisi tidak menekankan sanksi, melainkan membangun kesadaran tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Edukasi sejak dini juga dipandang sebagai cara membentuk karakter disiplin. Anak-anak yang terbiasa memahami aturan jalan diharapkan menularkan kebiasaan itu ke lingkungan keluarganya.
Rangkaian Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71
Kegiatan di Kendari menjadi bagian dari peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026. Peringatan itu mengusung semangat "Polantas Presisi Meng..." sesuai tema yang tercantum dalam rangkaian acara.
Rangkaian peringatan tahun ini menyoroti peran polisi lalu lintas dalam membangun budaya keselamatan. Ditlantas Polda Sultra memilih pendekatan yang menyentuh langsung warga, termasuk anak-anak, ketimbang sekadar upacara seremonial.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat perhatian dari anak-anak yang mengikuti edukasi. Antusiasme peserta terlihat selama materi disampaikan personel di lokasi.
Apa Dampak yang Diharapkan?
Ditlantas Polda Sultra berharap edukasi ini menumbuhkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini. Anak-anak yang memahami aturan jalan diyakini lebih waspada ketika beraktivitas di sekitar jalan raya.
Pendekatan preventif semacam ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang kepolisian. Sosialisasi ke kelompok usia muda dinilai lebih efektif menekan pelanggaran dan kecelakaan di kemudian hari.
Kegiatan serupa diharapkan berlanjut pada rangkaian peringatan berikutnya. Ditlantas Polda Sultra menempatkan edukasi sebagai instrumen utama, bukan hanya penindakan di jalan.