Pencarian

Coinbase Integrasi DFlow, Transaksi Solana Kini 8 Kali Lebih Lancar

Senin, 04 Mei 2026 • 22:50:06 WIB
Coinbase Integrasi DFlow, Transaksi Solana Kini 8 Kali Lebih Lancar

Coinbase resmi mengintegrasikan protokol DFlow sebagai router utama untuk meningkatkan efisiensi perdagangan aset kripto di jaringan Solana. Langkah ini diklaim mampu menekan angka kegagalan transaksi hingga delapan kali lipat sekaligus memberikan harga terbaik bagi pengguna global, termasuk trader di Indonesia.

Bursa kripto asal Amerika Serikat, Coinbase, resmi menggandeng protokol perdagangan DFlow untuk memperkuat infrastruktur transaksi di jaringan Solana mulai Senin (20/5/2024). Integrasi ini memungkinkan pengguna melakukan pertukaran nilai di pasar spot maupun pasar prediksi secara native dengan tingkat keberhasilan yang jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Sebelum pembaruan ini, sekitar satu dari 30 transaksi pada produk Solana milik Coinbase seringkali gagal akibat cakupan likuiditas yang tidak memadai. Kehadiran DFlow sebagai router utama mengubah peta jalan tersebut secara signifikan. Kini, rasio kegagalan transaksi menyusut drastis menjadi hanya satu berbanding 250 transaksi.

Keunggulan Integrasi DFlow di Coinbase

Pemanfaatan agregator DFlow tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga mengenai aksesibilitas aset yang sebelumnya sulit dijangkau oleh trader ritel. Berikut adalah poin kunci dari integrasi terbaru ini:

  • Router Utama: DFlow kini menjadi jalur utama untuk merutekan perdagangan di ekosistem Solana.
  • Efisiensi Transaksi: Angka kegagalan transaksi berkurang 8 kali lipat (dari 1:30 menjadi 1:250).
  • Likuiditas Token: Membuka akses jual-beli untuk token kecil yang sebelumnya sering berstatus "no liquidity".
  • Optimasi Harga: Algoritma DFlow mampu menemukan rute perdagangan yang sering terlewatkan oleh agregator lain.
  • Skala Pengguna: Mendukung ekosistem DFlow yang telah melayani lebih dari satu juta trader aktif setiap bulannya.

"Pengalaman trading terbaik berarti infrastruktur yang bekerja 24/7, memiliki jangkauan terluas, dan memberikan harga terbaik. Penambahan DFlow membantu mewujudkan ketiga hal tersebut," ujar Richard Wu, Onchain Trading di Coinbase.

Dampak bagi Ekosistem Solana dan Trader

Masalah utama di jaringan Solana selama periode trafik tinggi adalah kegagalan eksekusi order (failed trades). Dengan DFlow, Coinbase dapat menyisir rute likuiditas yang lebih dalam, terutama pada sisi penjualan (sell-side). Hal ini sangat krusial bagi trader yang memegang token-token baru atau token dengan kapitalisasi pasar rendah yang biasanya memiliki volatilitas tinggi.

Langkah Coinbase ini juga bersinggungan dengan tren pasar prediksi yang sedang naik daun. DFlow sebelumnya telah digunakan oleh raksasa pasar prediksi Kalshi pada Desember lalu. Integrasi ini mempertegas bahwa infrastruktur blockchain kini semakin matang untuk menangani volume transaksi yang kompleks dan masif.

Sinyal Positif dari Institusi Wall Street

Adopsi teknologi on-chain ini terjadi di tengah dorongan besar tokenisasi aset oleh institusi finansial tradisional. Lembaga kliring raksasa Wall Street, DTCC, dilaporkan tengah bersiap meluncurkan perdagangan aset terproteksi (tokenized) perdana pada Juli mendatang. Langkah DTCC ini didukung oleh relaksasi regulasi dari SEC yang membuka jalan bagi penggunaan blockchain di pasar ekuitas dan surat utang negara (Treasuries).

Keterlibatan nama-nama besar seperti BlackRock, JPMorgan, hingga bursa saham Nasdaq dalam tren tokenisasi memberikan legitimasi tambahan bagi protokol seperti DFlow. Bagi industri kripto, efisiensi yang ditawarkan Coinbase pada jaringan Solana ini merupakan standar baru dalam memberikan layanan setara institusi kepada pengguna ritel.

Apa Artinya bagi Pengguna di Indonesia?

Bagi trader kripto di Indonesia yang aktif berselancar di ekosistem Solana, pembaruan ini memberikan jaminan eksekusi yang lebih stabil. Pengguna tidak lagi sering menemui kendala "failed transaction" saat mencoba melikuidasi aset di saat pasar sedang bergerak cepat. Selain itu, harga yang didapatkan pengguna menjadi lebih kompetitif karena sistem akan otomatis mencari jalur dengan slippage terendah.

Ekspansi fitur ini memperkuat posisi Solana sebagai salah satu jaringan blockchain paling favorit untuk perdagangan aktif tahun ini. Coinbase tampaknya terus berupaya menyederhanakan hambatan teknis agar adopsi on-chain dapat dilakukan oleh lebih banyak orang tanpa perlu memahami kerumitan routing di balik layar.

Bagikan
Sumber: coindesk.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks