KENDARI — Setelah seorang selebriti sukses mencoba sensasi ayunan tradisional raksasa itu, kini giliran figur publik lainnya yang mendapat tantangan serupa. Momen tersebut terekam dalam tayangan Tanah Air Beta Trans TV dan viral di media sosial.
Bukan Sekadar Ayunan Biasa, Ada Adrenalin di Ketinggian
Ayunan raksasa ini bukan mainan anak-anak. Dengan struktur menjulang dan posisi di tepi tebing atau lembah, pengunjung harus siap mental saat melompat. Saat ayunan meluncur, tubuh terasa melayang bebas di atas hamparan hutan dan perbukitan Sulawesi Tenggara.
Warga setempat menyebutnya bubue, istilah lokal yang merujuk pada ayunan tradisional berukuran besar. Namun, versi yang kini viral memiliki dimensi lebih ekstrem dan ditempatkan di titik-titik strategis dengan pemandangan terbuka.
Dari Medsos ke Layar Kaca, Daya Tarik Wisata Ekstrem
Fenomena ini membuktikan bahwa wisata petualangan di Sulawesi Tenggara mulai dilirik kalangan selebriti dan pembuat konten. Mereka datang bukan hanya untuk berlibur, tetapi juga mencari sensasi yang layak diabadikan. Beberapa destinasi serupa mulai bermunculan di sejumlah kabupaten di provinsi ini.
Pemerintah daerah setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait standar keamanan ayunan tersebut. Namun, popularitasnya terus meningkat seiring unggahan para pesohor yang menguji nyali di atas ayunan raksasa.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mencoba
- Pastikan ayunan dikelola oleh operator yang menyediakan perlengkapan pengaman seperti tali baja dan harness.
- Cek cuaca sebelum datang — angin kencang atau hujan bisa meningkatkan risiko.
- Ikuti instruksi pemandu lokal yang biasa disebut sebagai "juru ayun" atau pemandu wisata setempat.
- Bagi yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau gangguan jantung, sebaiknya berkonsultasi dulu atau memilih spot wisata lain.
Fenomena bubue ini menjadi contoh bagaimana tradisi lokal bisa bertransformasi menjadi atraksi wisata modern. Namun, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar jumlah penonton di media sosial.