Pencarian

Kolaka Utara Kini Jadi Incaran Investor 10 Negara, Rp1,58 Triliun Investasi Sudah Masuk untuk Hilirisasi Nikel dan Kakao

Selasa, 12 Mei 2026 • 15:10:40 WIB
Kolaka Utara Kini Jadi Incaran Investor 10 Negara, Rp1,58 Triliun Investasi Sudah Masuk untuk Hilirisasi Nikel dan Kakao
Bupati Kolaka Utara menyampaikan komitmen pengembangan industri hilirisasi demi nilai tambah komoditas lokal.

KOLAKA UTARA — Kolaka Utara tak lagi hanya dikenal sebagai pemasok bahan mentah. Kabupaten di Sulawesi Tenggara ini kini menjadi rebutan investor global setelah pemerintah daerah memastikan diri untuk bertransformasi menjadi pusat industri hilirisasi di kawasan timur Indonesia.

Keyakinan itu mengemuka dalam Kolaka Utara Industry, Trade and Investment Forum 2026 yang digelar di Surabaya, Senin (11/5/2026). Forum itu mempertemukan pemerintah daerah dengan puluhan investor dari 10 negara, termasuk Australia, Jerman, Jepang, Korea Selatan, China, dan Amerika Serikat.

Bupati: Kami Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah ke Luar

Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., menegaskan arah baru pembangunan ekonomi daerah. Ia menyebut hilirisasi menjadi kunci agar nilai tambah komoditas lokal bisa dinikmati langsung oleh masyarakat.

“Kolaka Utara tidak boleh hanya menjadi pemasok bahan mentah. Kita harus punya industri pengolahan sendiri agar nilai tambahnya dinikmati masyarakat daerah,” ujarnya dalam forum tersebut.

Komoditas yang paling dilirik investor adalah kakao, kelapa, perikanan, dan nikel. Kakao misalnya, disebut sangat potensial untuk diolah menjadi cocoa butter, cocoa powder, hingga cocoa liquor yang bernilai jual tinggi di pasar global.

Rp1,58 Triliun Sudah Masuk, Investor 10 Negara Siap Berlabuh

Data yang dipaparkan dalam forum menunjukkan realisasi investasi di Kolaka Utara pada periode 2021–2026 telah mencapai sekitar Rp1,58 triliun. Namun, angka itu dinilai masih jauh dari potensi yang sebenarnya, terutama di sektor hilirisasi agribisnis dan pertambangan.

Forum di Surabaya itu bukan sekadar seremoni. Kehadiran delegasi dari lembaga internasional seperti Australian Trade and Investment Commission (AUSTRADE), NBSO Belanda, EKONID, Enterprise Singapore, KOTRA Korea Selatan, hingga Busan Port Authority menunjukkan keseriusan pasar global terhadap daerah ini.

Puluhan perusahaan besar dari sektor pengolahan hasil laut, frozen food, cokelat, hingga industri kelapa dan arang juga ikut terlibat dalam business matching yang digelar setelah forum.

BKPM: Posisi Kolaka Utara Strategis di Peta Investasi Nasional

Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik BKPM RI, Saribua Siahaan, menegaskan bahwa Kolaka Utara berada pada posisi strategis dalam peta investasi nasional. Ia menyebut arah pembangunan ekonomi Indonesia saat ini memang diarahkan pada penguatan sektor hilirisasi, energi baru terbarukan, dan ketahanan pangan.

“Daerah dengan sumber daya unggulan seperti Kolaka Utara memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih cepat melalui hilirisasi,” tegas Saribua.

Ia juga mengungkapkan bahwa realisasi investasi nasional mencapai Rp1.931,2 triliun pada 2025, dengan kontribusi hilirisasi hampir 30 persen. Pemerintah pusat pun terus membuka ruang insentif bagi investor, mulai dari tax holiday, tax allowance, hingga kemudahan perizinan berbasis Undang-Undang Cipta Kerja.

Target: Kolaka Utara Jadi Pusat Industri Baru Sulawesi Tenggara

Forum ini menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi Kolaka Utara dari daerah penghasil komoditas menjadi pusat industri berbasis hilirisasi di kawasan timur Indonesia.

“Target kami jelas, Kolaka Utara harus dikenal sebagai daerah industri, bukan hanya penghasil bahan mentah,” tegas Bupati Nur Rahman.

Dengan masuknya investor global dan perhatian penuh dari BKPM, Kolaka Utara kini berada di persimpangan penting: antara bertahan sebagai pemasok komoditas, atau naik kelas menjadi kekuatan industri baru Indonesia Timur. (*)

Bagikan
Sumber: mediasultra.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks