Pencarian

Warga Watulondo Kendari Serbu Pangan Murah, Harga Beras dan Telur Miring

Rabu, 06 Mei 2026 • 12:02:55 WIB
Warga Watulondo Kendari Serbu Pangan Murah, Harga Beras dan Telur Miring
Warga Watulondo antre sejak pagi untuk mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.

Antrean warga sudah terlihat sejak pagi hari di salah satu titik di Kelurahan Watulondo. Mereka datang untuk mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar tradisional maupun ritel modern. Komoditas yang paling banyak diburu antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam.

Komoditas Pokok Dijual di Bawah Harga Pasar

Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari memastikan distribusi pangan dalam program GPM Mandiri ini menyasar langsung ke pemukiman warga. Langkah ini diambil untuk meminimalisir dampak fluktuasi harga yang kerap memberatkan ekonomi rumah tangga, terutama bagi warga berpenghasilan rendah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, GPM Mandiri adalah bagian dari strategi berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal sekaligus memastikan pasokan pangan tetap lancar ke tangan konsumen.

“Gerakan Pangan Murah ini kami laksanakan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Dengan turun langsung ke kelurahan, kami memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Abdul Rauf.

Strategi Mandiri Kendalikan Inflasi di Kendari

Berbeda dengan program pangan murah biasanya, GPM kali ini dilaksanakan secara mandiri oleh pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan kesiapan teknis dan anggaran Dinas Ketapang dalam mengelola stok pangan tanpa harus selalu bergantung pada intervensi atau instruksi dari pemerintah pusat.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Ketapang mengoptimalkan kerja sama dengan sejumlah distributor dan pelaku usaha pangan lokal. Kolaborasi ini memungkinkan harga jual di lokasi GPM tetap rendah karena memangkas rantai distribusi yang panjang.

“Ini adalah bentuk kemandirian daerah. Kami mengoptimalkan sumber daya yang ada, termasuk kerja sama dengan distributor dan pelaku usaha pangan lokal, sehingga kegiatan ini bisa berjalan efektif dan berkelanjutan,” jelas Abdul Rauf.

Warga Watulondo: Sangat Membantu Hemat Belanja

Kehadiran pasar murah di tengah pemukiman ini mendapat apresiasi dari perangkat kelurahan dan warga setempat. Lurah Watulondo menyebutkan bahwa selisih harga yang ditawarkan dalam GPM Mandiri ini sangat signifikan bagi warga dengan penghasilan terbatas.

“Warga sangat terbantu. Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Ini tentu meringankan beban mereka,” ungkap Lurah Watulondo.

Cecil, salah satu warga yang ikut mengantre, mengaku bersyukur bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga miring. Ia berharap program jemput bola seperti ini tidak berhenti sekali saja, melainkan rutin dilakukan di wilayahnya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini. Harga kebutuhan pokok di sini jauh lebih terjangkau, jadi kami bisa berhemat untuk kebutuhan lainnya. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujar Cecil.

Selain menyediakan pangan murah, kegiatan ini juga dimanfaatkan Dinas Ketapang untuk memberikan edukasi mengenai pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Ke depan, Pemkot Kendari berencana memperluas jangkauan GPM Mandiri ke kelurahan lain yang memiliki tingkat kerentanan pangan atau kenaikan harga yang tinggi.

Bagikan
Sumber: radarkendari.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks