RSUD Konawe memastikan rujukan pasien ibu hamil asal Puskesmas Latoma dilakukan karena keterbatasan alat ventilator NICU yang sedang terpakai. Langkah medis ini diambil demi menjamin keselamatan ibu dan bayi agar segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan yang memadai.
KONAWE — Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe meluruskan kabar mengenai dugaan penolakan pasien ibu hamil asal Kecamatan Latoma yang sempat beredar. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan adalah rujukan medis sesuai prosedur, bukan penolakan layanan tanpa alasan.
Humas RSUD Konawe, dr. Abdianto Ilman, menjelaskan bahwa saat pasien akan dirujuk dari puskesmas, seluruh alat ventilator NICU (CPAP) di ruang IGD PONEK sedang digunakan oleh pasien lain. Kondisi fasilitas yang penuh ini membuat pihak rumah sakit harus mengambil keputusan cepat untuk mengarahkan pasien ke faskes lain.
Alasan Medis: Ketersediaan Alat Ventilator NICU
Kebutuhan akan alat ventilator NICU menjadi faktor krusial dalam penanganan kasus tersebut. Dr. Abdi menyebutkan bahwa bayi yang lahir dalam kondisi tertentu, seperti prematur, sangat bergantung pada ketersediaan alat bantu pernapasan ini untuk bertahan hidup.
“Pasien tidak ditolak. Kami hanya mengarahkan ke rumah sakit lain yang memiliki alat ventilator NICU (CPAP) yang masih tersedia,” ujar dr. Abdi, Rabu (6/5/2026).
Langkah pengalihan ini dilakukan agar pasien tidak tertahan di RSUD Konawe tanpa dukungan alat yang memadai. Menurut pihak manajemen, memaksakan perawatan di tengah keterbatasan alat penunjang justru akan meningkatkan risiko keselamatan bagi pasien.
Mengapa Pasien Diarahkan ke Rumah Sakit Lain?
Sebelum pasien diberangkatkan dari Puskesmas Latoma, pihak RSUD sebenarnya telah menginformasikan kondisi kapasitas rumah sakit. Ruang IGD PONEK dilaporkan dalam keadaan penuh sehingga tidak memungkinkan untuk menambah pasien baru yang membutuhkan penanganan alat khusus.
“Kondisi di IGD PONEK saat ibu akan dibawa sudah penuh. Semua ventilator NICU terpakai,” tambah dr. Abdi. Ia menekankan bahwa keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan medis.
Pihak RSUD Konawe berharap koordinasi antar-fasilitas kesehatan dapat dipahami oleh masyarakat sebagai upaya memastikan pasien mendapatkan fasilitas yang paling siap menangani kondisi darurat secara optimal.
Komitmen Pelayanan dan Verifikasi Informasi
Manajemen RSUD Konawe menyayangkan munculnya persepsi negatif di masyarakat tanpa adanya verifikasi terhadap fakta di lapangan. Pihak rumah sakit mendorong media dan warga untuk lebih teliti dalam menyaring informasi yang berkaitan dengan layanan publik.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat, sesuai kemampuan dan fasilitas yang ada,” pungkas dr. Abdi.
Pihak rumah sakit menegaskan akan terus berupaya memberikan pelayanan transparan dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) medis yang berlaku di Sulawesi Tenggara.