Pencarian

Rupiah Sentuh Rp 17.864, BCA-Mandiri-BNI Patok Harga Jual Dollar di Atas Rp 17.900

Selasa, 02 Juni 2026 • 12:03:01 WIB
Rupiah Sentuh Rp 17.864, BCA-Mandiri-BNI Patok Harga Jual Dollar di Atas Rp 17.900
Kurs jual dollar AS di bank BCA, Mandiri, dan BNI pagi ini mencapai Rp 17.940 per dollar.

SULAWESI TENGGARA — Kurs jual dollar AS di perbankan nasional pagi ini berada di atas level psikologis Rp 17.900. Artinya, biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli dollar AS melalui teller atau e-banking lebih mahal ketimbang pekan sebelumnya. Sementara itu, kurs beli — harga yang diterima jika menjual dollar ke bank — tercatat antara Rp 17.625 hingga Rp 17.878, tergantung jenis transaksi dan nominal.

Selisih Tipis di BCA: e-Rate vs Special Rate

BCA membedakan kurs berdasarkan saluran transaksi. Melalui e-Rate, bank membeli dollar di Rp 17.878 dan menjual di Rp 17.898. Adapun untuk transaksi via teller (TT Counter), spread melebar: beli Rp 17.690 dan jual Rp 17.940. Nasabah dengan transaksi di atas Rp 25.000 dollar AS bisa mengakses special rate dengan harga jual lebih rendah, yakni Rp 17.895.

Mandiri dan BNI Pasang Harga Jual Paling Mahal

Bank Mandiri menawarkan kurs jual TT Counter dan bank notes di Rp 17.940 — sama dengan BCA. Namun, kurs beli Mandiri lebih rendah, yakni Rp 17.640 untuk TT Counter dan Rp 17.625 untuk bank notes. BNI juga mematok harga jual di Rp 17.940 untuk transaksi teller, dengan kurs beli Rp 17.640. Bagi nasabah yang ingin menukar dollar dalam jumlah besar, BNI menyediakan special rate dengan harga jual Rp 17.895 dan beli Rp 17.865.

Kenapa Rupiah Melemah, IHSG Malah Menguat?

Fenomena divergensi antara kurs dan indeks saham pagi ini bukan hal baru di pasar Indonesia. Pelemahan rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan dollar AS di pasar global, sementara IHSG ditopang aksi beli di saham-saham berkapitalisasi besar. Investor asing yang masuk ke pasar saham belum tentu menahan rupiah — mereka bisa langsung mengkonversi kembali ke dollar untuk repatriasi, yang justru menambah tekanan ke kurs.

Apa Artinya bagi Nasabah dan Pelaku Usaha?

Bagi importir atau perusahaan yang memiliki kewajiban pembayaran dalam dollar AS, pelemahan ini menambah beban biaya. Setiap kenaikan Rp 100 per dollar bisa menaikkan biaya impor bahan baku hingga miliaran rupiah per bulan. Sebaliknya, eksportir diuntungkan karena penerimaan dollar mereka bernilai lebih besar dalam rupiah. Bagi masyarakat umum yang berencana liburan ke luar negeri atau membayar biaya pendidikan di luar negeri, disarankan memantau kurs e-Rate yang lebih kompetitif ketimbang transaksi teller.

Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks