Bagi warga lokal atau perantau yang tinggal di Sulawesi Tenggara, mencari tempat membaca yang tenang atau toko buku dengan koleksi lengkap sering kali terasa seperti berburu harta karun. Berbeda dengan Pulau Jawa, ekosistem literasi di sini lebih tersebar dan beberapa di antaranya justru menawarkan pengalaman yang tidak akan kamu dapatkan di mal-mal besar. Berdasarkan pengalaman menjelajahi sudut Kendari dan Bau-Bau selama setahun terakhir, berikut tujuh tempat yang menurut saya paling layak masuk daftar kunjungan.
1. Perpustakaan Daerah Sulawesi Tenggara: Gudang Manuskrip dan Ruang Baca 24 Jam
Berlokasi di Jalan Haluoleo, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, perpustakaan ini bukan sekadar tempat pinjam buku. Di lantai dua, tersimpan koleksi manuskrip kuno beraksara Arab-Melayu yang ditulis oleh para ulama Kesultanan Buton pada abad ke-18. Ruang bacanya buka 24 jam di area khusus—cocok untuk mahasiswa yang sedang menyusun skripsi atau pekerja malam yang butuh tempat tenang.
Keanggotaan gratis, cukup bawa KTP. Jam operasional reguler pukul 08.00-16.00 WITA, tapi ruang baca malam bisa diakses setelah registrasi di petugas jaga. Koleksi novel dan buku sastra kontemporer justru lebih lengkap di sini dibanding toko buku komersial di kota.
2. Toko Buku Gema Ilmu: Surga Buku Bekas di Pasar Sentral
Di lantai dasar Pasar Sentral Kendari, tepatnya di lorong sebelah barat, ada lapak kecil yang menyimpan ribuan buku bekas. Pemiliknya, Pak Rahman, sudah berjualan sejak 1998. Harganya mulai dari Rp10.000 untuk novel sastra, hingga Rp50.000 untuk buku referensi kuliah edisi cetakan lama.
Tips dari saya: datanglah pagi hari antara pukul 07.00-09.00 WITA. Pada jam itu, Pak Rahman baru membongkar kardus kiriman dari Makassar dan Surabaya. Saya pernah menemukan cetakan pertama novel "Laskar Pelangi" di sini hanya seharga Rp25.000. Tidak ada sistem tawar-menawar yang ribet—harga sudah final, tapi diskon 10 persen otomatis jika beli lebih dari lima buku.
3. Kafe Baca Nusantara: Perpustakaan Kecil dengan Kopi Tubruk
Terletak di Jalan Mayjen S. Parman, dekat simpang empat Lapangan Benua, kafe ini adalah tempat favorit para penulis lepas di Kendari. Koleksi bukunya tidak banyak—sekitar 300 judul—tapi semuanya kurasi ketat: buku filsafat, sejarah lokal, dan puisi. Suasananya sunyi, berbeda dengan kafe pada umumnya yang memutar musik keras.
Minuman termurah adalah kopi tubruk seharga Rp12.000. Kafe ini buka dari pukul 10.00 hingga 23.00 WITA. Colokan listrik tersedia di setiap meja. Satu aturan tidak tertulis di sini: jangan meminjam buku untuk dibawa pulang—semua hanya boleh dibaca di tempat.
4. Taman Baca Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di Kelurahan Wua-Wua
TBM ini didirikan oleh sekelompok guru SD pada 2019. Lokasinya di Jalan Saranani, gang 3, tidak jauh dari kampus UHO. Koleksinya didominasi buku anak-anak dan buku keterampilan. Setiap Sabtu sore, ada acara mendongeng gratis yang dihadiri puluhan anak dari kampung sekitar.
Tidak ada biaya pendaftaran. Donasi buku bekas dalam kondisi baik sangat diterima. Tempat ini buka setiap hari kecuali Jumat, pukul 14.00-18.00 WITA. Cocok untuk orang tua yang ingin mengenalkan kebiasaan membaca pada anak tanpa harus merogoh kocek dalam.
5. Toko Buku Aneka Ilmu: Satu-satunya Toko Buku Baru Lengkap di Kendari
Berlokasi di Jalan Abdullah Silondae, tepat di seberang Bank Mandiri, toko ini adalah yang terbesar di Sulawesi Tenggara untuk kategori buku baru. Stoknya mencakup buku pelajaran SD hingga perguruan tinggi, novel terjemahan terbaru, hingga buku agama. Rak bestseller-nya diperbarui setiap dua minggu sekali.
Harga buku di sini rata-rata Rp75.000-Rp150.000. Mereka juga menerima pemesanan khusus jika buku yang kamu cari tidak tersedia—prosesnya biasanya 3-5 hari kerja. Jam buka: 08.00-20.00 WITA, termasuk hari Minggu.
6. Perpustakaan Kota Bau-Bau: Koleksi Sejarah Kesultanan Buton
Di Kota Bau-Bau, perpustakaan ini menyimpan koleksi unik tentang sejarah Kesultanan Buton yang tidak akan kamu temukan di tempat lain. Letaknya di Jalan Sultan Dayanu, dekat Benteng Keraton Buton. Koleksi manuskripnya sudah didigitalisasi sebagian, tapi untuk membaca versi asli, kamu perlu izin khusus dari kepala perpustakaan.
Gratis untuk umum. Jam buka Senin-Kamis pukul 08.00-15.00, Jumat pukul 08.00-11.00. Saya sarankan datang dengan janji temu jika ingin mengakses koleksi manuskrip—petugas sering kali sedang dinas luar.
7. Sudut Baca Lippo Plaza: Perpustakaan Mini di Mal
Di lantai dasar Lippo Plaza Kendari, ada area membaca kecil yang dikelola oleh pihak mal bekerja sama dengan Perpustakaan Daerah. Tempat ini lebih seperti pojok baca dengan 500-an buku—kebanyakan novel dan majalah. Tidak ada petugas khusus, kamu bisa duduk dan membaca gratis selama mal buka.
Keuntungan utama tempat ini adalah lokasinya yang strategis dan ber-AC. Cocok untuk mengisi waktu sambil menunggu jadwal nonton bioskop. Buku tidak boleh dibawa pulang. Jam operasional mengikuti jam buka mal: 10.00-22.00 WITA.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ada toko buku yang menjual buku bekas bahasa Inggris di Kendari?
Ada, di Toko Buku Gema Ilmu di Pasar Sentral. Stoknya terbatas, biasanya buku sastra klasik atau novel bestseller edisi lama. Jangan berharap menemukan buku teks akademik berbahasa Inggris di sana.
Berapa biaya keanggotaan Perpustakaan Daerah Sultra?
Gratis. Cukup bawa KTP asli dan fotokopi. Proses registrasi selesai dalam 10 menit. Untuk ruang baca 24 jam, kamu perlu mengisi formulir tambahan di meja informasi.
Apakah kafe baca di Kendari menyediakan makanan berat?
Kafe Baca Nusantara hanya menyediakan camilan ringan seperti pisang goreng dan kue tradisional. Untuk makanan berat, kamu harus mencari di tempat lain.
Di mana mencari buku tentang sejarah Buton selain di Bau-Bau?
Di Perpustakaan Daerah Sultra di Kendari ada koleksi digital dan beberapa buku cetakan terbatas yang diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan Sultra. Kamu bisa meminta bantuan petugas untuk mengaksesnya.
Apakah TBM Lentera Pustaka menerima relawan pengajar?
Ya, mereka terbuka untuk relawan yang ingin mengajar membaca atau mendongeng. Hubungi pengurus di lokasi setiap hari Sabtu sore.
Bagi yang tinggal di Sulawesi Tenggara, ketujuh tempat ini membuktikan bahwa akses terhadap buku dan ruang baca yang layak tidak selalu harus mahal atau sulit dijangkau. Mulai dari pasar tradisional hingga mal modern, semuanya menawarkan pengalaman yang berbeda. Pilih sesuai kebutuhan—apakah kamu sedang berburu buku langka, mencari tempat nongkrong sambil membaca, atau sekadar ingin memperkenalkan anak pada dunia literasi.