Pencarian

Krisis Pasokan Memori Makin Parah, Pasokan Diprediksi Anjlok 70% pada 2026 dan Harga Terus Meroket

Selasa, 28 Juli 2026 • 20:16:31 WIB
Krisis Pasokan Memori Makin Parah, Pasokan Diprediksi Anjlok 70% pada 2026 dan Harga Terus Meroket
Produsen memori global hanya akan melepas sekitar 30 persen pasokan pada 2027 akibat alokasi produksi ke sektor server dan pusat data.

Krisis pasokan memori yang sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir diprediksi mencapai titik terparah pada 2026. Peringatan keras datang langsung dari jajaran eksekutif perusahaan memori dan penyimpanan data. C.K. Chang, CEO Apacer, dalam wawancara dengan DigiTimes mengungkapkan bahwa mengamankan pasokan kini menjadi risiko operasional yang lebih besar bagi perusahaannya dibandingkan membayar harga tinggi.

Pasokan 2026 Hanya 30% dari Kebutuhan Normal

Chang menjelaskan bahwa produsen memori diperkirakan hanya akan melepas sekitar 30% dari volume pasokan yang seharusnya tersedia di 2026 ke pasar pada 2027. Ini bukan karena perubahan fundamental struktur pasar, melainkan akibat alokasi produksi yang lebih masif ke sektor server dan pusat data. Akibatnya, produsen seperti Apacer berlomba mengamankan stok sebanyak mungkin saat ini juga.

Pada akhir semester pertama 2026, Apacer tercatat telah memiliki persediaan senilai 383 juta dolar AS. Langkah serupa diikuti oleh banyak perusahaan elektronik konsumen lainnya yang mulai meneken kontrak pasokan multi-tahun. Kebijakan ini justru kian memperketat kelangkaan dalam jangka pendek.

60% Kapasitas DRAM Tersedot untuk Pusat Data

Data dari DigiTimes menunjukkan bahwa sekitar 60% dari seluruh kapasitas produksi DRAM global kini dialokasikan untuk aplikasi terkait server, terutama pusat data. Modul DDR5 RDIMM untuk server mengalami kenaikan harga paling signifikan dan diprediksi akan terus melonjak. Sektor konsumen, termasuk PC dan laptop, harus bersaing langsung dengan raksasa AI yang memiliki daya beli jauh lebih besar.

Prediksi mengerikan datang dari CEO Phison yang menyatakan banyak produsen elektronik konsumen kemungkinan akan bangkrut atau menghentikan lini produk tertentu pada akhir tahun ini. Situasi ini dinilai semakin mungkin terjadi seiring sulitnya akses terhadap komponen memori.

Dampak ke Konsumen: Harga Mahal dan Barang Langka

Bagi pengguna PC dan gamer, kabar ini jelas bukan angin segar. RAM dan media penyimpanan (SSD) tak hanya akan terus mahal, tetapi juga makin sulit ditemukan di pasaran. Meskipun permintaan dari konsumen ritel saat ini tergolong "lemah", sektor AI dan pelanggan enterprise dengan anggaran besar dengan mudah menyerap sisa pasokan yang ada.

Chang menambahkan bahwa meskipun laju kenaikan harga diperkirakan melambat seiring menipisnya pasokan, hal itu tidak banyak membantu. "Potensi" perbaikan yang disebutnya hanya akan terlihat jika konsumen mau memiringkan kepala dan menyipitkan mata—sebuah metafora yang menggambarkan betapa tipisnya harapan di tengah krisis ini. Bagi konsumen Indonesia yang sudah terbiasa dengan fluktuasi harga komponen, situasi ini menuntut strategi belanja yang lebih cermat dan antisipatif.

Bagikan
Sumber: pcgamer.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks