MUNA — Empat masjid di Kabupaten Muna menerima bantuan karpet dari H. Habil Marati. Keempat masjid tersebut adalah Masjid Al Abror, Masjid Tua Loghia, Masjid An Nur Laiworu, dan Masjid Raya Lama Kota Raha. Selain karpet, Masjid Raya Lama Kota Raha juga mendapatkan bantuan dana, namun jumlahnya tidak dirinci.
Bantuan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian aksi sosial Habil di tanah kelahirannya. Sebelumnya, ia telah menyalurkan 12,5 ton beras untuk 2.500 penerima di Kabupaten Muna dan Muna Barat (Mubar), serta bantuan 600 Al-Qur'an dan fasilitas masjid lainnya.
Perwakilan: Tidak Ada Urusan Politik di Balik Bantuan
LM. Ruslan, perwakilan Habil Marati, menegaskan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan murni didasari kepedulian kemanusiaan. Ia membantah keras adanya keterkaitan bantuan dengan kepentingan politik atau pencalonan.
"Jadi bantuan ini murni kemanusiaan. Semua itu hanya kepedulian dari seorang pengusaha terhadap tanah kelahirannya. Tidak ada sama sekali urusan terhadap politik," tegasnya, Sabtu (22/8/2026).
"Ndak caleg, ndak cagub, semata-mata kepedulian akan keluarga besar dan kampung halaman," tambah Ruslan.
Kemarau Panjang dan Gagal Panen Jadi Alasan Utama
Ruslan menyebut kondisi ekonomi masyarakat yang tengah tertekan menjadi pertimbangan utama penyaluran bantuan ini. Kemarau panjang dan gagal panen disebut sebagai faktor yang memperberat kehidupan warga di dua kabupaten tersebut.
Menurutnya, bantuan ini menyentuh dua kebutuhan fundamental warga. "Beras menyentuh kebutuhan paling dasar di rumah tangga, sementara karpet dan bantuan untuk masjid menyentuh kebutuhan masyarakat dalam menjalankan aktivitas keagamaan," ungkapnya.
Ikatan Emosional dengan Tanah Kelahiran
Ruslan menjelaskan bahwa bantuan tersebut tidak bisa dilepaskan dari ikatan emosional Habil dengan Muna. Baginya, tanah kelahiran menyimpan keluarga, sejarah, dan jejaring sosial yang membuat seseorang selalu punya alasan untuk kembali berbagi.
"Karena itu, bantuan untuk masjid di Muna diposisikan bukan sebagai transaksi politik, melainkan sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan sosial tempat akar keluarga berada," katanya.
Di tengah kesulitan ekonomi, kehadiran bantuan ini diharapkan meringankan beban masyarakat. "Orang yang pernah tumbuh dari tanah ini masih mengingat dari mana ia berasal," tandas Ruslan.