Pencarian

DP3AKB Kota Baubau Bentuk Sekolah Siaga Kependudukan di 8 Sekolah untuk Cegah Pernikahan Dini

Selasa, 29 September 2026 • 09:31:31 WIB
DP3AKB Kota Baubau Bentuk Sekolah Siaga Kependudukan di 8 Sekolah untuk Cegah Pernikahan Dini
Kepala DP3AKB Kota Baubau Abdul Rahman menyampaikan pembentukan program Sekolah Siaga Kependudukan di delapan sekolah percontohan.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Baubau membentuk program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di delapan sekolah percontohan. Program ini menyasar pencegahan perkawinan anak dan kehamilan usia remaja melalui integrasi materi kependudukan ke dalam pembelajaran formal. Tahap awal difokuskan pada delapan sekolah yang masing-masing mewakili delapan kecamatan di Kota Baubau.

BAUBAU — Kepala DP3AKB Kota Baubau Abdul Rahman menyatakan pembentukan SSK merupakan terobosan pendidikan yang mengintegrasikan materi kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga secara terstruktur. Materi tersebut masuk ke dalam proses pembelajaran formal maupun kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.

Menurut Abdul Rahman, program ini menjadi upaya strategis memberikan pemahaman menyeluruh kepada generasi muda mengenai dinamika kependudukan serta berbagai tantangan sosial yang akan mereka hadapi. Ia menekankan pentingnya bekal pengetahuan sejak dini bagi siswa.

Mengapa Delapan Sekolah Jadi Sasaran Tahap Awal?

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan, Penggerakan, dan Keluarga Berencana DP3AKB Kota Baubau Suciati menyampaikan bahwa pelaksanaan tahap awal difokuskan pada delapan sekolah yang masing-masing mewakili delapan kecamatan. Pemilihan ini memastikan setiap wilayah administratif memiliki sekolah percontohan.

Materi edukasi dalam program SSK dirancang khusus untuk mengenalkan berbagai aspek kependudukan. Cakupannya mulai dari pemanfaatan potensi bonus demografi, pelestarian lingkungan, kehidupan sosial, hingga kondisi ekonomi daerah.

Fokus Utama: Kesehatan Reproduksi Remaja

Penekanan utama program diberikan pada edukasi kesehatan reproduksi remaja serta pentingnya kesadaran merencanakan masa depan. Suciati berharap pemahaman yang memadai mengenai kesehatan reproduksi membuat siswa terhindar dari risiko perkawinan usia anak dan kehamilan pada masa remaja.

Risiko tersebut dinilai berpotensi mengganggu masa depan mereka. Karena itu, pendekatan preventif dipilih ketimbang penanganan setelah masalah muncul.

Gizi Seimbang dan Pencegahan Stunting Ikut Disisipkan

Aspek pemenuhan gizi seimbang dan penerapan pola hidup sehat turut disisipkan dalam program ini. Materi tersebut disiapkan sebagai bekal awal para siswa sebelum memasuki jenjang pernikahan di masa mendatang.

Suciati menilai langkah preventif ini krusial untuk memutus rantai masalah gizi. Program ini juga mendukung percepatan penurunan angka stunting secara berkelanjutan di wilayah Kota Baubau.

DP3AKB Kota Baubau belum merinci jadwal perluasan program ke sekolah lain di luar delapan sekolah percontohan. Evaluasi tahap awal akan menentukan apakah SSK dilanjutkan ke lebih banyak sekolah di wilayah tersebut.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks