Pencarian

NPL Terendah 0,80%, Bank Jago Paling Seimbang di Antara Enam Bank Digital

Kamis, 27 Agustus 2026 • 14:46:01 WIB
NPL Terendah 0,80%, Bank Jago Paling Seimbang di Antara Enam Bank Digital
Bank Jago mencatat rasio NPL gross terendah sebesar 0,80 persen di antara enam bank digital pada semester I 2026.

SULAWESI TENGGARA — Persaingan bank digital Indonesia kini memasuki fase yang berbeda. Setelah berlomba memperbesar basis nasabah, fokus utama bergeser pada kemampuan menjaga kualitas aset dan efisiensi pendanaan. Perbandingan kinerja enam pemain utama—SeaBank, Bank Jago, Superbank, Allo Bank, BCA Digital, dan Bank Neo Commerce—pada semester I 2026 menunjukkan strategi pertumbuhan yang tidak seragam.

SeaBank memang unggul dari skala bisnis dengan kredit Rp 39,81 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) Rp 41,8 triliun. Namun, besarnya ekspansi tidak otomatis membuat bank paling sehat. Indikator kualitas kredit justru menempatkan Bank Jago di posisi terdepan.

Kualitas Kredit: Jago Unggul, Neo Commerce Tertinggal

Rasio NPL gross menjadi pembeda utama. Bank Jago mencatat angka terendah 0,80 persen, disusul BCA Digital 0,94 persen. Superbank berada di 1,60 persen, SeaBank 1,65 persen, dan Allo Bank 1,73 persen. Posisi tertinggi ditempati Bank Neo Commerce dengan NPL 2,99 persen.

Angka tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan kredit harus dibarengi manajemen risiko yang ketat. Bank yang mampu menyeimbangkan ekspansi dengan kualitas aset memiliki ruang lebih besar untuk tumbuh berkelanjutan.

Pendanaan Murah: SeaBank Paling Efisien

Struktur pendanaan juga menentukan efisiensi bisnis. SeaBank memimpin porsi CASA dengan 69,6 persen, diikuti BCA Digital 54,4 persen dan Bank Jago 53 persen. Allo Bank mencatat 41,2 persen, Bank Neo Commerce 32,21 persen, sementara Superbank berada di posisi terendah dengan 21,83 persen.

Tingginya porsi CASA berarti bank mengandalkan dana murah dari giro dan tabungan, yang berpotensi menekan biaya dana. SeaBank unggul dalam aspek ini, tetapi masih perlu konsistensi menjaga kualitas kredit di tengah skala bisnis yang besar.

Skala Kredit: SeaBank Terbesar, BCA Digital Paling Konservatif

Dari sisi penyaluran kredit, SeaBank berada di posisi puncak dengan Rp 39,81 triliun. Bank Jago menyusul dengan Rp 26,6 triliun, lalu Superbank Rp 13,4 triliun. Allo Bank mencatat kredit Rp 9,55 triliun, BCA Digital Rp 8,99 triliun, dan Bank Neo Commerce Rp 7,13 triliun.

BCA Digital menarik untuk dicermati. Meski skala kreditnya paling kecil setelah Bank Neo Commerce, kualitas asetnya relatif baik dengan NPL 0,94 persen dan porsi CASA 54,4 persen. Kombinasi ini menunjukkan pendekatan pertumbuhan yang lebih hati-hati.

Bank Paling Sehat: Bukan Sekadar Kredit Terbesar

Jika ketiga indikator dilihat bersamaan, tidak ada satu pun bank yang unggul di semua aspek. SeaBank memimpin skala bisnis dan pendanaan murah, tetapi kualitas kreditnya masih di bawah Bank Jago dan BCA Digital. Bank Jago tampil paling seimbang dengan NPL terendah, CASA tinggi, dan skala kredit cukup besar.

Superbank, Allo Bank, dan Bank Neo Commerce masih memiliki pekerjaan rumah. Ketiganya perlu memperkuat kombinasi antara pertumbuhan kredit, kualitas aset, dan efisiensi pendanaan untuk bersaing di fase industri yang lebih matang.

Perbandingan ini memberi sinyal jelas bagi investor dan pelaku industri: bank digital yang sehat tidak diukur dari kredit terbesar, melainkan dari kemampuan menjaga keseimbangan tiga aspek sekaligus. Memasuki fase berikutnya, pertumbuhan berkualitas akan menjadi pembeda utama di tengah persaingan yang semakin ketat.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks